Review Film Last Night in Soho: Twist Unik dengan Pace yang Tak Terlalu Halus

Rabu, 03 November 2021 - 18:41 WIB


Saking terobsesinya pada Sandie, sebelum tahu kalau hidupnya berubah jadi mimpi buruk, Ellie sampai mengubah warna rambutnya menjadi pirang, seperti Sandie. Baju-baju era 60an yang dikenakan Sandie pun menjadi inspirasi Ellie dalam merancang bajunya. Meski terlihat kuno, tapi dosen Ellie memuji hasil karyanya. Ellie juga membeli sejumlah fashion bernuansa 60an. Semua tentang Sandie begitu indah bagi Ellie.

Tapi, tentu saja, Edward Wright, sang sutradara, tidak bisa membiarkannya terus bahagia. Dia pun mengubah hidup Ellie dari yang awalnya baik-baik saja, menjadi tidak baik-baik saja. Ketakutan terus melanda Ellie sejak dia tahu mimpi buruk yang dialami Sandie.

Warna-warna cerah khas tahun 60-an pun berubah menjadi suram dengan kemunculan berbagai macam hantu tanpa wajah. Soho yang dikenal sebagai tempat ramai yang penuh berbagai macam toko, restoran, kafe dan teater pun menjadi mencekam. Terutama, buat Ellie.

Wright dengan cepat mengubah pemandangan ini menjadi nuansa jump scare yang memainkan psikologis penontonnya. Twist demi twist pun terkuak. Misteri demi misteri akhirnya terungkap. Bagi yang jeli, petunjuknya sudah ada sejak awal.



Visual film ini menjadi hiburan tersendiri saat menontonnya. Nuansa 60an yang dibawa memang cukup mewakili apa yang mungkin terlihat di Soho saat itu. Musik, fashion dan berbagai macam pernak perniknya sudah cukup pas mewakili era tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!