Penuhi Amanah Almarhum Ayah, Erick Thohir Jalankan Program Social Healing
Kamis, 11 November 2021 - 17:31 WIB
Mushola At Ataqwa ini merupakan salah satu objek dari 520 program social healing yang dilaksanakan oleh Yayasan Erick Thohir di Sumatra. Desa Sudimoro Induk sendiri adalah desa ke 49 dari seluruh rangkaian kegiatan sosial tersebut. Erick Thohir mengatakan bahwa program social healing ini diharapkan dapat menjadi api kecil yang menyalakan semangat gotong royong royong warga untuk memiliki fasilitas publik yang lebih baik.
Pemilik tanah waqaf Samijo (56) yang sekaligus jadi pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) di Mushola tersebut, Pendidikan yang dia kelola itu saat ini menampung anak-anak-anak dari dua desa, jumlahnya sekitar 70 siswa. Karena berbagai keterbatasan, mushola ini belum bisa menyediakan fasilitas yang layak bagi jamaah maupun bagi siswa TPA terutama toilet dan tempat wudhu.
“Saya sebenarnya sudah berencana membuat proposal dan datang mengetuk pintu warga agar menyisihkan hasil penjualan panen mereka untuk membantu pembangunan mushola dan fasilitas wudhu. Tapi belum sempat jalan dari pintu ke pintu, tiba-tiba datang uluran tangan dari anak-anak muda yang mengaku dikirim oleh Yayasan Erick Thohir” Ungkap Samijo.
Namun Yayasan mau membantu menyediakan bahan material untuk pembangunan fasilitas mushala dengan syarat jika warga mau bergotong-royong mengerjakannya. Tugas Samijo berikutnya adalah meyakinkan warga agar mau bahu-membahu mengerjakannya. “Setelah warga setuju untuk mengerjakannya secara gotong royong, dalam waktu tidak sampai dua hari seluruh bahan bangunan yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi. Dan kami bisa langsung bekerja” lanjut Samijo.
Berkat gotong royong seluruh warga desa, termasuk ibu-ibu di dapur umum, bahan material yang dikirimkan oleh Yayasan Erick Thohir menjelma menjadi MCK, tempat wudhu, serta paving blok halaman mushola hanya dalam waktu lima hari. Hasilnya bisa langsung dinikmati oleh jamaan maupun siswa-siswi TPA.
Pemilik tanah waqaf Samijo (56) yang sekaligus jadi pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) di Mushola tersebut, Pendidikan yang dia kelola itu saat ini menampung anak-anak-anak dari dua desa, jumlahnya sekitar 70 siswa. Karena berbagai keterbatasan, mushola ini belum bisa menyediakan fasilitas yang layak bagi jamaah maupun bagi siswa TPA terutama toilet dan tempat wudhu.
“Saya sebenarnya sudah berencana membuat proposal dan datang mengetuk pintu warga agar menyisihkan hasil penjualan panen mereka untuk membantu pembangunan mushola dan fasilitas wudhu. Tapi belum sempat jalan dari pintu ke pintu, tiba-tiba datang uluran tangan dari anak-anak muda yang mengaku dikirim oleh Yayasan Erick Thohir” Ungkap Samijo.
Namun Yayasan mau membantu menyediakan bahan material untuk pembangunan fasilitas mushala dengan syarat jika warga mau bergotong-royong mengerjakannya. Tugas Samijo berikutnya adalah meyakinkan warga agar mau bahu-membahu mengerjakannya. “Setelah warga setuju untuk mengerjakannya secara gotong royong, dalam waktu tidak sampai dua hari seluruh bahan bangunan yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi. Dan kami bisa langsung bekerja” lanjut Samijo.
Berkat gotong royong seluruh warga desa, termasuk ibu-ibu di dapur umum, bahan material yang dikirimkan oleh Yayasan Erick Thohir menjelma menjadi MCK, tempat wudhu, serta paving blok halaman mushola hanya dalam waktu lima hari. Hasilnya bisa langsung dinikmati oleh jamaan maupun siswa-siswi TPA.
Lihat Juga :