Profesor Farmasi Unair Perkenalkan Kapsul Herbal untuk Diabetes Minim Efek Samping
Selasa, 16 November 2021 - 01:12 WIB
Diabetkol merupakan suplemen terapi diabetes minim efek samping yang aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Suplemen ini bisa menjadi pengganti obat-obatan diabetes yang dalam jangka panjang dapat mengakibatkan efek samping pada kesehatan.
Kapsul herbal ini merupakan inovasi farmasi hasil dari formulasi campuran ekstrak terstandar tanaman kumis kucing (orthosiphon stamineus) dan kulit buah manggis (garcinia mangostana). Ekstrak dari keduanya menghasilkan kapsul dengan kandungan antioksidan tinggi yang mengandung flavonoid dan xanthone yang dapat menurunkan kadar gula dan kolesterol dalam darah, yang telah dibuktikan pada uji preklinik dengan hewan coba.
Selain data aktivitas antidiabetes dan antikolestrol, Diabetkol juga telah dilakukan uji toksisitas akut dan sub-akut pada hewan coba. Hasilnya, Diabetkol relatif aman terhadap fungsi organ vital seperti hepar dan ginjal.
Menurut data Kementerian Keseharan RI diketahui bahwa saat ini penderita diabetes di Tanah Air mencapai 10 juta orang. Angka ini diprediksi akan berlipat ganda pada 2030 jika gaya hidup masyarakat tidak berubah menjadi lebih sehat.
Oleh karenanya, Diabetkol hadir menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terapi herbal yang tidak memiliki efek samping.
Bersamaan dengan peringatan HUT Universitas Airlangga ke-67 tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2021, Diabetkol diluncurkan dan tersedia di berbagai marketplace di Indonesia. Menurut Prof. Sukardiman, ini merupakan bentuk dari kontribusinya bagi almamater dan sebagai anak bangsa Indonesia.
Kapsul herbal ini merupakan inovasi farmasi hasil dari formulasi campuran ekstrak terstandar tanaman kumis kucing (orthosiphon stamineus) dan kulit buah manggis (garcinia mangostana). Ekstrak dari keduanya menghasilkan kapsul dengan kandungan antioksidan tinggi yang mengandung flavonoid dan xanthone yang dapat menurunkan kadar gula dan kolesterol dalam darah, yang telah dibuktikan pada uji preklinik dengan hewan coba.
Selain data aktivitas antidiabetes dan antikolestrol, Diabetkol juga telah dilakukan uji toksisitas akut dan sub-akut pada hewan coba. Hasilnya, Diabetkol relatif aman terhadap fungsi organ vital seperti hepar dan ginjal.
Menurut data Kementerian Keseharan RI diketahui bahwa saat ini penderita diabetes di Tanah Air mencapai 10 juta orang. Angka ini diprediksi akan berlipat ganda pada 2030 jika gaya hidup masyarakat tidak berubah menjadi lebih sehat.
Oleh karenanya, Diabetkol hadir menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terapi herbal yang tidak memiliki efek samping.
Bersamaan dengan peringatan HUT Universitas Airlangga ke-67 tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2021, Diabetkol diluncurkan dan tersedia di berbagai marketplace di Indonesia. Menurut Prof. Sukardiman, ini merupakan bentuk dari kontribusinya bagi almamater dan sebagai anak bangsa Indonesia.
Lihat Juga :