Solusi Cegah Kehamilan di Tengah Pandemi COVID-19
Rabu, 22 April 2020 - 17:38 WIB
WHO sudah mengeluarkan imbauan agar pasangan suami-istri menggunakan metode kontrasepsi modern untuk mencegah kehamilan di masa pandemi ini. Foto/Ilustrasi Lifeway.com
JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama beberapa bulan menimbulkan berbagai dampak, terutama dalam sektor kesehatan. Tak terkecuali kesehatan seksual dan reproduksi.
Salah satu upaya menjaga kesehatan seksual dan reproduksi adalah dengan mengikuti program keluarga berencana (KB). Namun, selama pandemi ini, akses dan ketersediaan alat kontrasepsi serta layanan KB ikut terdampak.
Ade Maharani, Head of Marketing DKT Indonesia mengungkapkan, di saat seperti ini kontrasepsi sangat dibutuhkan seiring dengan meningkatnya kedekatan pasangan suami-istri selama masa karantina di rumah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan imbauan agar pasangan dapat menggunakan metode kontrasepsi modern untuk mencegah kehamilan di masa pandemi ini.
"Hal itu dikarenakan perempuan hamil mengalami sistem imun yang rentan, sehingga bisa menambah potensi penularan corona bagi diri sendiri dan orang lain, serta untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi yang berpengaruh terhadap perencanaan keluarga," ungkap Ade melalui keterangan resminya, Rabu (22/4).
Namun, pemeriksaan rutin terkait dengan kesehatan reproduksi dan KB akan sedikit sulit dilakukan pada saat ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pencegahan kehamilan lebih baik dilakukan pada masa pandemi COVID-19 untuk melindungi kesehatan perempuan atau ibu dan calon bayi.
Salah satu upaya menjaga kesehatan seksual dan reproduksi adalah dengan mengikuti program keluarga berencana (KB). Namun, selama pandemi ini, akses dan ketersediaan alat kontrasepsi serta layanan KB ikut terdampak.
Ade Maharani, Head of Marketing DKT Indonesia mengungkapkan, di saat seperti ini kontrasepsi sangat dibutuhkan seiring dengan meningkatnya kedekatan pasangan suami-istri selama masa karantina di rumah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan imbauan agar pasangan dapat menggunakan metode kontrasepsi modern untuk mencegah kehamilan di masa pandemi ini.
"Hal itu dikarenakan perempuan hamil mengalami sistem imun yang rentan, sehingga bisa menambah potensi penularan corona bagi diri sendiri dan orang lain, serta untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi yang berpengaruh terhadap perencanaan keluarga," ungkap Ade melalui keterangan resminya, Rabu (22/4).
Namun, pemeriksaan rutin terkait dengan kesehatan reproduksi dan KB akan sedikit sulit dilakukan pada saat ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pencegahan kehamilan lebih baik dilakukan pada masa pandemi COVID-19 untuk melindungi kesehatan perempuan atau ibu dan calon bayi.
Lihat Juga :