Menebar Harapan dan Kebahagiaan, Bantuan untuk 800 Keluarga yang Membutuhkan
Kamis, 27 Februari 2025 - 18:40 WIB
loading...
Di tengah pesona alam Bali yang menakjubkan, terdapat kisah-kisah perjuangan yang masih tersembunyi dari pandangan kita. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pesona alam Bali yang menakjubkan, terdapat kisah-kisah perjuangan yang masih tersembunyi dari pandangan kita. Di balik keindahan pantai dan vibrasi budaya yang kaya, banyak keluarga di Bali terus berjuang melawan kemiskinan dan tantangan sosial, terutama penyandang disabilitas. Namun, sejak didirikannya Yayasan Sole Family Bali pada 27 Februari 2023, sebuah cahaya baru mulai bersinar. Yayasan ini berkomitmen untuk memberikan harapan, menciptakan senyuman, dan memberikan dampak positif bagi lebih dari 800 keluarga di Bali.
Yayasan Sole Family merupakan penerus dari Solemen Indonesia, yang dibuat oleh Robert Epstone sejak tahun 2011, pada tanggal 23 Desember 2014 disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Robert memulai kampanye unik dengan berjalan kaki tanpa alas di seluruh Bali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi yang dihadapi oleh mereka yang kurang beruntung. Berlokasi di Jl Merdeka Raya no 8x, Abiansemal Badung, yayasan ini menjadi pusat kegiatan yang bertujuan untuk membantu individu dan keluarga yang paling membutuhkan.
Yuli Utomo, Ketua Yayasan Sole Family Bali, yang kesehariannya sebagai seorang lawyer dan biasa dipanggil Pak Tommy, menjelaskan bahwa banyak penyandang disabilitas di Bali yang terpinggirkan dan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang layak. "Kami menyaksikan banyak anak-anak dan orang dewasa yang menderita tanpa pernah menemui dokter, meskipun mereka mengalami penyakit yang serius. Di sinilah kami berperan," ungkap Yuli Utomo.
Tujuan utama yayasan ini adalah memberikan bantuan medis, pangan, dan gizi bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan program-program yang dirancang secara spesifik, Sole Family telah memberikan harapan dan senyuman kepada banyak keluarga. Setiap langkah yang diambil oleh yayasan ini bertujuan untuk menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas dan mendorong inklusi sosial yang lebih besar di komunitas.
Salah satu kisah menginspirasi yang mencerminkan dampak yayasan ini adalah pengalaman dua saudara, Komang dan Wayan. Mereka berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan menderita cerebral palsy. Dalam kondisi tersebut, mereka belum pernah mendapatkan perawatan medis yang memadai. "Kami sangat bersyukur atas perawatan yang mereka terima sekarang. Kami memberikan dukungan medis, makanan, pakaian, kursi roda, dan terapi berkala bagi mereka," jelas Yuli Utomo.
Baca Juga: Langkah Terbaru Meghan Markle Memicu Api Perseteruan dengan Kate Middleton
Lebih dari sekadar memberikan bantuan, yayasan ini juga telah memindahkan Komang dan Wayan beserta keluarganya ke rumah yang lebih layak, memastikan bahwa mereka memiliki tempat yang aman dan nyaman. "Kami percaya bahwa lingkungan yang baik sangat penting dalam proses pemulihan dan pertumbuhan anak-anak," tambah Yuli Utomo.
Yayasan Sole Family merupakan penerus dari Solemen Indonesia, yang dibuat oleh Robert Epstone sejak tahun 2011, pada tanggal 23 Desember 2014 disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Robert memulai kampanye unik dengan berjalan kaki tanpa alas di seluruh Bali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi yang dihadapi oleh mereka yang kurang beruntung. Berlokasi di Jl Merdeka Raya no 8x, Abiansemal Badung, yayasan ini menjadi pusat kegiatan yang bertujuan untuk membantu individu dan keluarga yang paling membutuhkan.
Yuli Utomo, Ketua Yayasan Sole Family Bali, yang kesehariannya sebagai seorang lawyer dan biasa dipanggil Pak Tommy, menjelaskan bahwa banyak penyandang disabilitas di Bali yang terpinggirkan dan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang layak. "Kami menyaksikan banyak anak-anak dan orang dewasa yang menderita tanpa pernah menemui dokter, meskipun mereka mengalami penyakit yang serius. Di sinilah kami berperan," ungkap Yuli Utomo.
Tujuan utama yayasan ini adalah memberikan bantuan medis, pangan, dan gizi bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan program-program yang dirancang secara spesifik, Sole Family telah memberikan harapan dan senyuman kepada banyak keluarga. Setiap langkah yang diambil oleh yayasan ini bertujuan untuk menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas dan mendorong inklusi sosial yang lebih besar di komunitas.
Salah satu kisah menginspirasi yang mencerminkan dampak yayasan ini adalah pengalaman dua saudara, Komang dan Wayan. Mereka berasal dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan menderita cerebral palsy. Dalam kondisi tersebut, mereka belum pernah mendapatkan perawatan medis yang memadai. "Kami sangat bersyukur atas perawatan yang mereka terima sekarang. Kami memberikan dukungan medis, makanan, pakaian, kursi roda, dan terapi berkala bagi mereka," jelas Yuli Utomo.
Baca Juga: Langkah Terbaru Meghan Markle Memicu Api Perseteruan dengan Kate Middleton
Lebih dari sekadar memberikan bantuan, yayasan ini juga telah memindahkan Komang dan Wayan beserta keluarganya ke rumah yang lebih layak, memastikan bahwa mereka memiliki tempat yang aman dan nyaman. "Kami percaya bahwa lingkungan yang baik sangat penting dalam proses pemulihan dan pertumbuhan anak-anak," tambah Yuli Utomo.
Lihat Juga :