Kasus Covid-19 Melonjak, Uni Eropa Dukung Penggunaan Darurat Pil Anticovid-19 Merck
Sabtu, 20 November 2021 - 10:00 WIB
EMA menyebutkan, meskipun pil Merck belum disetujui, pihaknya telah memberi lampu hijau sehingga masing-masing di 27 negara Uni Eropa dapat memutuskan apakah akan menggunakannya jika terjadi lonjakan infeksi.
"Obat, yang saat ini tidak diizinkan di UE, dapat digunakan untuk mengobati orang dewasa dengan Covid-19 yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 yang parah," tulis EMA dalam sebuah pernyataan.
"EMA mengeluarkan saran ini untuk mendukung otoritas nasional yang dapat memutuskan kemungkinan penggunaan awal obat sebelum izin pemasaran, misalnya dalam pengaturan penggunaan darurat, mengingat meningkatnya tingkat infeksi dan kematian akibat Covid-19 di seluruh UE," lanjutnya.
Namun, menurut laporan, pil Merck tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi dan bisa hamil. Hal itu dikarenakan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin.
"Rekomendasi ini diberikan karena penelitian laboratorium pada hewan telah menunjukkan bahwa dosis tinggi (pil Merck) dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin," terangnya.
"Obat, yang saat ini tidak diizinkan di UE, dapat digunakan untuk mengobati orang dewasa dengan Covid-19 yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 yang parah," tulis EMA dalam sebuah pernyataan.
"EMA mengeluarkan saran ini untuk mendukung otoritas nasional yang dapat memutuskan kemungkinan penggunaan awal obat sebelum izin pemasaran, misalnya dalam pengaturan penggunaan darurat, mengingat meningkatnya tingkat infeksi dan kematian akibat Covid-19 di seluruh UE," lanjutnya.
Namun, menurut laporan, pil Merck tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi dan bisa hamil. Hal itu dikarenakan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin.
"Rekomendasi ini diberikan karena penelitian laboratorium pada hewan telah menunjukkan bahwa dosis tinggi (pil Merck) dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin," terangnya.
Lihat Juga :