Kisah Yuwendra Thiomas, Milenial di Panggung Fashion Luxury
Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:17 WIB
Soal kemahirannya dalam penjualan, Yuwendra juga mencatatkan prestasi mentereng. Misalnya, produknya selalu sold out dalam sehari bahkan hitungan jam. "Di event Medan 061 Street Wear Fest di Sun Plaza beberapa waktu lalu, booth saya banjir pengunjung dan sangat ngantri. Di event tersebut, saya menandatangani ratusan baju dan sepatu, serta produk saya sold out hanya dalam waktu 1 jam saja. Baju yang saya jual seharga Rp350.000, sekarang di reseller harganya menyentuh angka Rp1 juta," kata dia.
Berhasil menginspirasi cara berpakaian untuk kalangan muda di Indonesia, Yuwendra pun melirik peluang lain di bisnis sneaker yang digandrungi banyak anak muda di Tanah Air. Bukan produksi sneaker yang dibidiknya, melainkan produk solusi untuk membersihkannya.
"Saya melihat pasar sneaker ini sangat bagus. Cuma saya belum melihat produk sneaker care yang benar-benar eksis, akhirnya saya bangun Sneakersaint," kata pria yang mulai menekuni bisnis fashion sejak bangku SMA ini.
Diakuinya, Sneakersaint besutannya terbukti mampu mendominasi pasar sneaker care di Indonesia. Dengan teknologi dan keampuhannya dalam menjaga kebersihan sneaker yaitu holy water shoe cleaner, produknya sukses di pasaran.
"Rekor penjualannya pernah mencapai 300 botol hanya dalam waktu satu bulan," kata Yuwendra.
Dengan capaiannya tersebut, Yuwendra tak berpuas diri. Jejak bisnis berikutnya, ia membangun Luckycatlx, sebuah toko online segmentasi barang-barang luxury dan ekstrem. Seperti diamond 3 miliar rupiah, kapal yacht, gedung hotel, dan sepatu-sepatu langka yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.
Selanjutnya, Yuwendra bersama Swain dan James berpartner mendirikan toko lelang online bernama Prodiguer yang diklaim terbesar dan ramai di Indonesia. Diakuinya, melalui platform tersebut setiap harinya bisa laku sekitar 70 barang. Bisnis lelangnya ini mereka jalani sudah tiga tahun belakangan ini.
Berhasil menginspirasi cara berpakaian untuk kalangan muda di Indonesia, Yuwendra pun melirik peluang lain di bisnis sneaker yang digandrungi banyak anak muda di Tanah Air. Bukan produksi sneaker yang dibidiknya, melainkan produk solusi untuk membersihkannya.
"Saya melihat pasar sneaker ini sangat bagus. Cuma saya belum melihat produk sneaker care yang benar-benar eksis, akhirnya saya bangun Sneakersaint," kata pria yang mulai menekuni bisnis fashion sejak bangku SMA ini.
Diakuinya, Sneakersaint besutannya terbukti mampu mendominasi pasar sneaker care di Indonesia. Dengan teknologi dan keampuhannya dalam menjaga kebersihan sneaker yaitu holy water shoe cleaner, produknya sukses di pasaran.
"Rekor penjualannya pernah mencapai 300 botol hanya dalam waktu satu bulan," kata Yuwendra.
Dengan capaiannya tersebut, Yuwendra tak berpuas diri. Jejak bisnis berikutnya, ia membangun Luckycatlx, sebuah toko online segmentasi barang-barang luxury dan ekstrem. Seperti diamond 3 miliar rupiah, kapal yacht, gedung hotel, dan sepatu-sepatu langka yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.
Selanjutnya, Yuwendra bersama Swain dan James berpartner mendirikan toko lelang online bernama Prodiguer yang diklaim terbesar dan ramai di Indonesia. Diakuinya, melalui platform tersebut setiap harinya bisa laku sekitar 70 barang. Bisnis lelangnya ini mereka jalani sudah tiga tahun belakangan ini.