Santri Digitalpreneur, Upaya Kemenparekraf Kembangkan Ekraf Pondok Pesantren
Kamis, 25 November 2021 - 17:05 WIB
Sebagian besar sektor kreatif juga terkena dampak yang sangat berat. Dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional, Kemenparekraf juga meningkatkan berbagai program edukasi yang mendorong kewirausahaan.
Salah satu program yang digalakkan adalah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif mereka melalui digitalisasi.
"Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia," ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (25/11/2021).
Ke depannya santri akan terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif, bahkan ketakutan untuk menjadi santri akan hilang dengan sendirinya. Karena banyak anggapan kalau santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja.
Salah satu program yang digalakkan adalah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif mereka melalui digitalisasi.
"Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia," ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (25/11/2021).
Ke depannya santri akan terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif, bahkan ketakutan untuk menjadi santri akan hilang dengan sendirinya. Karena banyak anggapan kalau santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja.
Lihat Juga :