Benarkah Penyintas Covid-19 Berisiko Terkena Rematik Autoimun?
Sabtu, 11 Desember 2021 - 15:25 WIB
Gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dilaporkan antara lain kelemahan lengan atau tungkai, nyeri otot, nyeri sendi, kekakuan, bengkak, dan kesemutan. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
JAKARTA - Sembuh dari Covid-19 tidak membuat seseorang pulih seutuhnya. Ini dibuktikan oleh laporan secara global bahwa 50 persen dari penyintas Covid-19 masih memiliki beberapa gejala gangguan muskuloskeletal yang menetap dalam jangka waktu cukup lama, bahkan hingga 6-9 bulan setelah infeksi.
Kondisi tersebut biasa disebut dengan long Covid-19 . Kondisi tersebut bahkan sangat mungkin disertai dengan gangguan pada sistem organ lain, terutama paru dan jantung.
Gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dilaporkan antara lain kelemahan lengan atau tungkai, nyeri otot, nyeri sendi, kekakuan, bengkak, dan kesemutan. Beberapa melaporkan juga masalah fatigue atau kelelahan.
Baca juga: Kunjungi Rumah Raffi Ahmad, Fadil Jaidi Tawari Rayyanza Agar-Agar Gambar Masjid
Kondisi tersebut biasa disebut dengan long Covid-19 . Kondisi tersebut bahkan sangat mungkin disertai dengan gangguan pada sistem organ lain, terutama paru dan jantung.
Gangguan muskuloskeletal yang paling banyak dilaporkan antara lain kelemahan lengan atau tungkai, nyeri otot, nyeri sendi, kekakuan, bengkak, dan kesemutan. Beberapa melaporkan juga masalah fatigue atau kelelahan.
Baca juga: Kunjungi Rumah Raffi Ahmad, Fadil Jaidi Tawari Rayyanza Agar-Agar Gambar Masjid
Lihat Juga :