Ini Beda Spider-Man versi Tobey Maguire, Andrew Garfield dan Tom Holland

Senin, 13 Desember 2021 - 19:38 WIB
Spider-Man 3 mengisahkan Peter yang telah mendapatkan kepercayaan diri yang tidak pernah dia tahu dengan kekaguman warga New York terhadap Spidey. Selain itu, ada kehadiran simbiot alien yang terikat dengannya di kostum hitam barunya. Sementara keangkuhan Peter di bawah pengaruh kostum itu sangat mempolarisasi, ini adalah perpanjangan logis atas apa yang akan dilakukan Peter Parker versi Tobey ini kalau dia tiba-tiba muak dengan dirinya sendiri.

Meski begitu, Peter juga berhati baik. Dia memaafkan Flint Marko (Thomas Haden Church) atas apa yang dia tahu sebagai pembunuhan tak sengaja terhadap Paman Ben. Dia juga memperbaiki hubungan persabatannya yang rusak dengan Harry di momen akhir anak Norman Osborn itu. Di film buatan Sam Raimi ini, kesulitan personal kehidupan Peter Parker membentuk pusat serialnya. Spider-Man 3 berakhir dengan Peter dan MJ berekonsiliasi setelah kerusakan hubungan mereka akibat kostum hitam.

2. Andrew Garfield tunjukkan sisi keren Peter Parker



Jika Tobey menggambarkan Peter Parker sebagai stereotipe orang maniak sains, maka Andrew Garfield berbeda di 2 film The Amazing Spider-Man. Sementara masih berioentasi ilmiah, Spider-Man versi Andrew ini juga lebih tegas. Dia juga lebih percaya diri bahkan sebelum digigit laba-laba. Peter parker di sini juga suka ber-skateboarding.

Peter versi Andrew ini juga agak cepat marah setelah orangtuanya meninggalkannya untuk tinggal bersama Paman Ben (Martin Sheen) dan Bibi May (Sally Field). Perselisihannya dengan sang paman sebelum dia tewas meninggalkan amarah dalam diri Peter yang tidak punya kapasitas untuk mengatasinya. Misinya menemukan pembunuh Paman Ben membuatnya berubah menjadi Spider-Man.

Sebagai manusia laba-laba, Andrew juga masuk ke selera humor dan kemampuan melucu Peter saat sedang memakai kostum. Dia juga lebih lucu di The Amazing Spider-Man 2. Selain itu, meski menghadapi sejumlah halangan, Peter versi Andrew ini mendekati hubungannya dengan Gwen Stacy (Emma Stone) dengan cara yang lebih tegas.

Dia masih dengan riang gembira memulai jalinan asmara dengan Gwen dan patah hati dengan kematian gadis itu di tangan Green Goblin (Dane DeHaan). Setelah itu, selama berbulan-bulan, dia mempertanyakan dirinya apakah dia harus terus menjadi Spider-Man. Dia akhirnya tetap melakukannya.

Dua film The Amazing Spider-Man tidak abai untuk memamerkan kecerdasan dan bakat ilmiah Peter. Dia terlihat mengembangkan penembak web mekanisnya. Tapi, Andrew menekankan penggembaran Peter sebagai Spider-Man yang ceria dan keren dengan kemampuan terkuat perdebatan verbal atas Spider-Man mana pun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!