Setelah Diuji, Herbal Fit-O Diklaim Mampu Cegah Coronavirus
Selasa, 09 Juni 2020 - 19:14 WIB
Ramuan herbal asli Malang, Fit-O diklaim mampu mencegah coronavirus serta meningkatkan kekebalan tubuh. / Foto: ilustrasi/ist
JAKARTA - Selama terjadinya pandemi Covid-19, para ahli di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terus melakukan penelitian dan pengembangan vaksin guna menghentikan penyebaran virus corona baru ini. Untuk saat ini, sejumlah peneliti di Indonesia mengklaim telah menemukan obat pencegah Covid-19.
Belum lama ini, beberapa peneliti asal Malang, yang dipimpin profesor di bidang mikrobiotika, menemui Wali Kota Malang, Sutiaji. Mereka menginformasikan sebuah produk yang diberi nama Fit-O yang telah diuji coba sejak Maret lalu kepada sejumlah pasien Covid-19, dan hasilnya menunjukkan ke arah positif buat pasien.
Product Manager Fit-O, Zakaria mengungkapkan, Fit-O merupakan produk hasil ramuan herbal asli Malang yang mengandung probiotik dan beberapa jenis vitamin. Fit-O, menurutnya, sangat efektif meningkatkan kekebalan tubuh secara umum dan membantu sistem imun untuk mengatasi coronavirus yang masuk ke dalam tubuh.
"Teknologi probiotik ini telah dikembangkan juga oleh beberapa negara dan telah digunakan sebagai salah satu upaya menghambat laju penyebaran Corona di dunia," kata Zakaria dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6).
Belum lama ini, beberapa peneliti asal Malang, yang dipimpin profesor di bidang mikrobiotika, menemui Wali Kota Malang, Sutiaji. Mereka menginformasikan sebuah produk yang diberi nama Fit-O yang telah diuji coba sejak Maret lalu kepada sejumlah pasien Covid-19, dan hasilnya menunjukkan ke arah positif buat pasien.
Product Manager Fit-O, Zakaria mengungkapkan, Fit-O merupakan produk hasil ramuan herbal asli Malang yang mengandung probiotik dan beberapa jenis vitamin. Fit-O, menurutnya, sangat efektif meningkatkan kekebalan tubuh secara umum dan membantu sistem imun untuk mengatasi coronavirus yang masuk ke dalam tubuh.
"Teknologi probiotik ini telah dikembangkan juga oleh beberapa negara dan telah digunakan sebagai salah satu upaya menghambat laju penyebaran Corona di dunia," kata Zakaria dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6).
Lihat Juga :