Riset: Ini Dampak COVID-19 Terhadap Perilaku Mudik di Indonesia
Kamis, 23 April 2020 - 14:06 WIB
Hal ini menunjukkan kalau mayoritas masyarakat sudah mengerti akan bahaya wabah COVID-19 serta mengetahui dan menyetujui imbauan pemerintah untuk tidak mudik. Meski demikian, masih ada sebagian kecil di antara mereka yang tetap memutuskan mudik, dan sebagian lain masih ingin melihat situasi ke depan.
Bagi responden yang memilih untuk tetap melakukan mudik pada tahun ini, mereka merencanakan mudik dengan bepergian menggunakan pesawat (57%), kendaraan pribadi (26%), dan mobil travel (3%). Sementara, responden yang memutuskan tidak melakukan mudik lebaran namun sudah memesan tiket dan memutuskan untuk mengajukan pembatalan atau refund (74%). Sedangkan sisanya, responden memilih untuk mengajukan pergantian jadwal atau reschedule (19%) dan menunggu konfirmasi dari pihak travel dengan melihat situasi ke depan (7%).
Beberapa hal yang menjadi perhatian utama masyarakat akibat dampak mudik di tengah COVID-19 di antaranya adalah kekhawatiran terpapar virus selama mudik, serta risiko menularkan virus ke keluarga di kampung halaman. Masyarakat juga khawatir jika keadaan COVID-19 semakin memburuk di kota perantauannya. Meski demikian, tidak dapat berkumpul, liburan, dan beribadah Ramadhan bersama keluarga juga menjadi kekhawatiran bagi responden.
Mudik merupakan salah satu budaya di Indonesia yang telah berlangsung dari tahun ke tahun. Pada saat Lebaran, sudah menjadi tradisi untuk berkunjung dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, mengingat adanya pandemi COVID-19, diketahui terjadi perubahan perilaku mudik atau traveling masyarakat Indonesia. Berikut rangkumannya, berdasarkan keterangan resmi Pegipegi yang diterima SINDOnews, Kamis (23/4).
1. 94% responden memilih untuk menghindari bepergian ke tempat umum seperti tempat hiburan, rekreasi, dan kuliner.
Bagi responden yang memilih untuk tetap melakukan mudik pada tahun ini, mereka merencanakan mudik dengan bepergian menggunakan pesawat (57%), kendaraan pribadi (26%), dan mobil travel (3%). Sementara, responden yang memutuskan tidak melakukan mudik lebaran namun sudah memesan tiket dan memutuskan untuk mengajukan pembatalan atau refund (74%). Sedangkan sisanya, responden memilih untuk mengajukan pergantian jadwal atau reschedule (19%) dan menunggu konfirmasi dari pihak travel dengan melihat situasi ke depan (7%).
Beberapa hal yang menjadi perhatian utama masyarakat akibat dampak mudik di tengah COVID-19 di antaranya adalah kekhawatiran terpapar virus selama mudik, serta risiko menularkan virus ke keluarga di kampung halaman. Masyarakat juga khawatir jika keadaan COVID-19 semakin memburuk di kota perantauannya. Meski demikian, tidak dapat berkumpul, liburan, dan beribadah Ramadhan bersama keluarga juga menjadi kekhawatiran bagi responden.
Mudik merupakan salah satu budaya di Indonesia yang telah berlangsung dari tahun ke tahun. Pada saat Lebaran, sudah menjadi tradisi untuk berkunjung dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, mengingat adanya pandemi COVID-19, diketahui terjadi perubahan perilaku mudik atau traveling masyarakat Indonesia. Berikut rangkumannya, berdasarkan keterangan resmi Pegipegi yang diterima SINDOnews, Kamis (23/4).
1. 94% responden memilih untuk menghindari bepergian ke tempat umum seperti tempat hiburan, rekreasi, dan kuliner.
Lihat Juga :