Ini 7 Hal yang Kamu Perlu Kamu Tahu tentang Emosimu
Rabu, 10 Juni 2020 - 22:30 WIB
Amarah yang ditahan terlalu lama bisa membuat kamu meledak suatu saat nanti. Foto/Christian Erfurt, Unsplash
JAKARTA - Saat kecil dulu, banyak di antara kita yang diajarkan untuk menahan emosi. Padahal, hal ini bisa jadi masalah saat kita besar.
Waktu kecil, tiap kali kita menangis atau marah, orang tua atau pengasuh kita biasanya akan meminta kita untuk berhenti dan diam. Mereka berkata bahwa hal itu gak bagus dan kita gak boleh melakukannya karena bisa menyusahkan orang lain.
Saat kita marah, hormon stres bisa memenuhi tubuh kita dan membuat kita susah untuk berpikir rasional.Respons tiap orang terhadap rasa marah pun beragam, mulai dari memendamnya, menyangkal, hingga meluapkan.
Nah, respons terhadap rasa marah yang kita punya sejak kecil ternyata berpengaruh saat kita dewasa. Berita baiknya, kalau kita punya cara mengatasi amarah yang buruk, hal ini bisa dipulihkan dengan mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan rasa marah.
Melansir dari Psychology Today, dengan mempelajari hal ini, kita bisa menyalurkan rasa marah kita dengan lebih baik.
1. KEMARAHAN YANG DITAHAN SEPERTI GUNUNG API YANG SIAP MELEDAK
Foto:Andre Hunter/Unsplash
Rasa marah bisa membuat orang lain merasa gak nyaman atau takut. Inilah yang bikin orang tua terbiasa mengajarkan anaknya untuk memendam rasa marah ketimbang menyalurkannya. Celakanya, hal ini bisa bikin rasa marah tersebut menumpuk dan bisa meledak suatu waktu, persis seperti magma di gunung berapi.
2. KEMARAHAN SEBENARNYA SEDANG MENCOBA BERBICARA PADAMU
Foto:Alex Iby/Unsplash
Rasa marah yang kita rasakan adalah cara tubuh kita memberi tahu bahwa ada sesuatu yang menganggunya. Kalau seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat kita marah, dan kita mengabaikan rasa marah tersebut, berarti kita mengabaikan apa yang orang itu lakukan. Padahal, kalau hal yang orang lain lakukan itu udah keterlaluan, seharusnya kita menegurnya agar berhenti melakukannya.
3. TUBUHMU MEMBERI TAHU SAAT KAMU MARAH
Waktu kecil, tiap kali kita menangis atau marah, orang tua atau pengasuh kita biasanya akan meminta kita untuk berhenti dan diam. Mereka berkata bahwa hal itu gak bagus dan kita gak boleh melakukannya karena bisa menyusahkan orang lain.
Saat kita marah, hormon stres bisa memenuhi tubuh kita dan membuat kita susah untuk berpikir rasional.Respons tiap orang terhadap rasa marah pun beragam, mulai dari memendamnya, menyangkal, hingga meluapkan.
Nah, respons terhadap rasa marah yang kita punya sejak kecil ternyata berpengaruh saat kita dewasa. Berita baiknya, kalau kita punya cara mengatasi amarah yang buruk, hal ini bisa dipulihkan dengan mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan rasa marah.
Melansir dari Psychology Today, dengan mempelajari hal ini, kita bisa menyalurkan rasa marah kita dengan lebih baik.
1. KEMARAHAN YANG DITAHAN SEPERTI GUNUNG API YANG SIAP MELEDAK
Foto:Andre Hunter/Unsplash
Rasa marah bisa membuat orang lain merasa gak nyaman atau takut. Inilah yang bikin orang tua terbiasa mengajarkan anaknya untuk memendam rasa marah ketimbang menyalurkannya. Celakanya, hal ini bisa bikin rasa marah tersebut menumpuk dan bisa meledak suatu waktu, persis seperti magma di gunung berapi.
2. KEMARAHAN SEBENARNYA SEDANG MENCOBA BERBICARA PADAMU
Foto:Alex Iby/Unsplash
Rasa marah yang kita rasakan adalah cara tubuh kita memberi tahu bahwa ada sesuatu yang menganggunya. Kalau seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat kita marah, dan kita mengabaikan rasa marah tersebut, berarti kita mengabaikan apa yang orang itu lakukan. Padahal, kalau hal yang orang lain lakukan itu udah keterlaluan, seharusnya kita menegurnya agar berhenti melakukannya.
3. TUBUHMU MEMBERI TAHU SAAT KAMU MARAH
Lihat Juga :