Beranikan Diri Tampil di Depan Layar, Yudis Dwiko Rilis Tiga Single
Kamis, 11 Juni 2020 - 00:32 WIB
Sudah cukup banyak penyanyi kenamaan Tanah Air yang melibatkan Yudis sebagai penata musik maupun komposer. Beberapa di antaranya adalah Dewi Sandra, Krisdayanti, Titi DJ, Memes, Iwa K, Reza Artamevia, hingga Agnes Monica. Mereka semua pernah bekerjasama dengan Yudis. "Biasanya saya as composer sekaligus music arranger-nya," tegas Yudis.
Di samping itu, Yudis juga pernah bekerja bersama Melly Goeslaw dalam penggarapan Di Mana Malumu yang merupakan petikan soundtrack film Ada Apa dengan Cinta. Kala itu, Yudis mendukung sahabatnya, Anto Hoed, yang menjadi music director album soundtrack film fenomenal karya Mira Lesmana dan Riri Riza.
Yudis merupakan salah satu peletak dasar dance music di negeri ini. Dia meraih berbagai penghargaan saat berkiprah di genre ini, mulai dari BASF Awards, majalah Rolling Stone Indonesia, hingga AMI Awards. Dan jadi rada di luar perkiraan, apabila Yudis bermetamorfosa ke jenis akustik, bahkan tampil di depan layar. "Sebenarnya ini bukan gua banget. Tapi once in lifetime kayaknya perlu. Jika beruntung ya berlanjut," ujar Yudis, yang pernah mendirikan band Sinikini dengan menjadi gitaris.
Saat tampil di depan layar, Yudis pun merilis tiga single secara beruntun yang dikemas dengan bahasa sederhana dan mengalir begitu saja. Single pertama yang dirilis Yudis adalah Keinara, diikuti Semua Ingin Bahagia, dan Hingga. Single-single itu pun di luar dugaan memperoleh respons yang sangat baik.
"Tentu saya bersyukur, insting saya untuk menekuni accoustic music ternyata benar. Sekarang jenis musik ini paling banyak dimainkan dan didengar gen milenial," kata Yudis. "Di ketiga singgel tadi, saya ingin bertutur lewat dominasi instrumen guitar. Nyanyi pun sebisa saya. Musiknya jadi organik, simpel sekali. Meski ada bobot dan fase perenungan dan pendalaman."
Di samping itu, Yudis juga pernah bekerja bersama Melly Goeslaw dalam penggarapan Di Mana Malumu yang merupakan petikan soundtrack film Ada Apa dengan Cinta. Kala itu, Yudis mendukung sahabatnya, Anto Hoed, yang menjadi music director album soundtrack film fenomenal karya Mira Lesmana dan Riri Riza.
Yudis merupakan salah satu peletak dasar dance music di negeri ini. Dia meraih berbagai penghargaan saat berkiprah di genre ini, mulai dari BASF Awards, majalah Rolling Stone Indonesia, hingga AMI Awards. Dan jadi rada di luar perkiraan, apabila Yudis bermetamorfosa ke jenis akustik, bahkan tampil di depan layar. "Sebenarnya ini bukan gua banget. Tapi once in lifetime kayaknya perlu. Jika beruntung ya berlanjut," ujar Yudis, yang pernah mendirikan band Sinikini dengan menjadi gitaris.
Saat tampil di depan layar, Yudis pun merilis tiga single secara beruntun yang dikemas dengan bahasa sederhana dan mengalir begitu saja. Single pertama yang dirilis Yudis adalah Keinara, diikuti Semua Ingin Bahagia, dan Hingga. Single-single itu pun di luar dugaan memperoleh respons yang sangat baik.
"Tentu saya bersyukur, insting saya untuk menekuni accoustic music ternyata benar. Sekarang jenis musik ini paling banyak dimainkan dan didengar gen milenial," kata Yudis. "Di ketiga singgel tadi, saya ingin bertutur lewat dominasi instrumen guitar. Nyanyi pun sebisa saya. Musiknya jadi organik, simpel sekali. Meski ada bobot dan fase perenungan dan pendalaman."
Lihat Juga :