Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron dengan Vaksinasi Booster, Baca News RCTI+
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:03 WIB
Boleh jadi kasus baru yang mencapai lebih dari 1.000 kasus pada 15 Januari tersebut menjadi tanda-tanda awal gelombang ketiga pandemi di Indonesia. Para pakar memperkirakan gelombang ketiga pandemi Covid 19 di Indonesaia akan terjadi pada Februari hingga Maret mendatang.
Baca Juga: Gawat! Kasus Omicron Tembus 825 Orang, Wagub DKI: 243 Transmisi Lokal
Sementara itu, untuk kasus baru, per 16 Januari 2022 Kemenkes menyatakan sudah ada 748 kasus varian omicron di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 569 kasus merupakan kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri. Untuk mengantisipasi merebaknya omicron, pemerintah mulai menggenjot program booster yang telah diputuskan Presiden Joko Widodo diberikan secara gratis.
Berbeda dengan program vaksinasi tahap awal, saat ini pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Corona sudah jauh lebih baik. Misalnya baru tiga hari digelar sejak 12 Januari lalu, pada 15 Januari tercatat sudah lebih dari 1,3 juta orang mendapatkan vaksinasi booster.
Per 15 januari, Kementerian Kesehatan juga mem-publish capaian vaksinasi nasional untuk dosis 1 dan 2. Kemenkes mencatat capaian vaksinasi dosis pertama secara nasional sebanyak 175.890.449 dosis atau setara dengan 84,45 persen jumlah penduduk Indonesia. Kemudian, capaian vaksinasi dosis kedua secara nasional sebanyak 119.551.055 dosis atau setara dengan 57,40 persen.
Seberapa efektif pemberian vaksin booster untuk mencegah penyebaran varian baru omicron memang masih harus dibuktikan. Beberapa penelitian memang mengatakan vaksin dosis ketiga mampu meredam varian omicron, namun hasil penelitian itu memang harus dibuktikan.
Sejauh ini sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai. Sebelum omicron datang ke Indonesia, faktanya semakin besar presentasi cakupan vaksinasi di masyarakat, kasus baru terus menurun, demikian juga dengan korban meninggal dunia.
Meski banyak penelitian mengatakan varian omicron tidak seganas varian delta, tapi kita semua harus tetap berhati-hati dan waspada. Pandemi belum berlalu, untuk itu prokes harus tetap dipatuhi dan dijalankan. Selain itu juga perlu mengikuti program vaksinasi.
Baca Juga: Gawat! Kasus Omicron Tembus 825 Orang, Wagub DKI: 243 Transmisi Lokal
Sementara itu, untuk kasus baru, per 16 Januari 2022 Kemenkes menyatakan sudah ada 748 kasus varian omicron di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 569 kasus merupakan kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri. Untuk mengantisipasi merebaknya omicron, pemerintah mulai menggenjot program booster yang telah diputuskan Presiden Joko Widodo diberikan secara gratis.
Berbeda dengan program vaksinasi tahap awal, saat ini pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Corona sudah jauh lebih baik. Misalnya baru tiga hari digelar sejak 12 Januari lalu, pada 15 Januari tercatat sudah lebih dari 1,3 juta orang mendapatkan vaksinasi booster.
Per 15 januari, Kementerian Kesehatan juga mem-publish capaian vaksinasi nasional untuk dosis 1 dan 2. Kemenkes mencatat capaian vaksinasi dosis pertama secara nasional sebanyak 175.890.449 dosis atau setara dengan 84,45 persen jumlah penduduk Indonesia. Kemudian, capaian vaksinasi dosis kedua secara nasional sebanyak 119.551.055 dosis atau setara dengan 57,40 persen.
Seberapa efektif pemberian vaksin booster untuk mencegah penyebaran varian baru omicron memang masih harus dibuktikan. Beberapa penelitian memang mengatakan vaksin dosis ketiga mampu meredam varian omicron, namun hasil penelitian itu memang harus dibuktikan.
Sejauh ini sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai. Sebelum omicron datang ke Indonesia, faktanya semakin besar presentasi cakupan vaksinasi di masyarakat, kasus baru terus menurun, demikian juga dengan korban meninggal dunia.
Meski banyak penelitian mengatakan varian omicron tidak seganas varian delta, tapi kita semua harus tetap berhati-hati dan waspada. Pandemi belum berlalu, untuk itu prokes harus tetap dipatuhi dan dijalankan. Selain itu juga perlu mengikuti program vaksinasi.
Lihat Juga :