Sedang Hopeless? Ini Pesan Motivator Maria Josefina
Kamis, 03 Februari 2022 - 20:49 WIB
Motivator kenamaan Maria Josefina mengingatkan bahwa hidup itu pilihan, lakukan pilihan Anda untuk kehidupan masa depan Anda. Pilihan hidup kita saat ini menentukan masa depan kita
JAKARTA - Anda boleh marah, kesal, dan sedih serta mengasihani diri sendiri, tapi jangan terlalu lama. Karena kalau terlalu lama sama saja dengan memberi ruang bagi Anda untuk hidup mager (malas bergerak), memberi pembenaran kepada anggapan orang bahwa hidup Anda terjepit atau susah.
“Padahal masih banyak orang lain yang lebih susah yang saat ini berjuang dan bergerak dengan usaha apapun untuk hidupnya dan impiannya,” kata Maria Josefina.
Motivator kenamaan ini mengingatkan bahwa hidup itu pilihan, lakukan pilihan Anda untuk kehidupan masa depan Anda. “Pilihan hidup kita saat ini menentukan masa depan kita pada 3-5 tahun ke depan,” katanya.
Maria menekankan untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. “Kalimat seperti ‘Aduh kok lama banget nggak dapat kerja,' atau 'Sedih banget hidupku, orang lain sudah bekerja, aku belum' atau 'Kok hidup bergini ya, udah lamar lamar tapi nggak dipanggil panggil,' atau “Kok temenku udah sukses, aku kok belum, gini gini aja.' atau 'Kok aku payah banget ya, gini aja nggak bisa' serta kalimat bernada sejenis itu makin lama membuat kita makin tidak maju. Kita sering pakai orang lain sebagai ‘benchmark’ buat hidup kita. Normal kalau kita masih memikirkan hal itu, tapi akhirnya, ujung ujungnya mengasihani diri sendiri, kamu akan membuat dirimu tidak berdaya dan lemah,” tuturnya.
“Padahal masih banyak orang lain yang lebih susah yang saat ini berjuang dan bergerak dengan usaha apapun untuk hidupnya dan impiannya,” kata Maria Josefina.
Motivator kenamaan ini mengingatkan bahwa hidup itu pilihan, lakukan pilihan Anda untuk kehidupan masa depan Anda. “Pilihan hidup kita saat ini menentukan masa depan kita pada 3-5 tahun ke depan,” katanya.
Maria menekankan untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. “Kalimat seperti ‘Aduh kok lama banget nggak dapat kerja,' atau 'Sedih banget hidupku, orang lain sudah bekerja, aku belum' atau 'Kok hidup bergini ya, udah lamar lamar tapi nggak dipanggil panggil,' atau “Kok temenku udah sukses, aku kok belum, gini gini aja.' atau 'Kok aku payah banget ya, gini aja nggak bisa' serta kalimat bernada sejenis itu makin lama membuat kita makin tidak maju. Kita sering pakai orang lain sebagai ‘benchmark’ buat hidup kita. Normal kalau kita masih memikirkan hal itu, tapi akhirnya, ujung ujungnya mengasihani diri sendiri, kamu akan membuat dirimu tidak berdaya dan lemah,” tuturnya.
Lihat Juga :