5 Persamaan antara Serial Bleach, Naruto, dan One Piece
Minggu, 06 Februari 2022 - 22:57 WIB
2. Pertarungan
Ketiga serial itu punya banyak persamaan atas bagaimana mereka menangani pertarungan mereka. Setiap cerita cenderung menyoroti pertarungan satu lawan satu antara protagonist, teman dan sekutunya, dan antagonis utama busur cerita. Kadang-kadang, mereka juga bertarung melawan pihak ketiga.
Petarung sering mengungkap kalau mereka menahan diri. Mereka kemudian akan mulai menggunakan kekuatan dan jurus mereka untuk mengungguli lawannya. Ini biasanya akan menyebabkan musuh mereka mendorong habis-habisan sampai melampaui batasan mereka dan unggul lagi.
Pertarungan seperti ini yang mencapai ketinggian baru untuk mengungguli musuhnya akan berlanjut sepanjang yang diinginkan plot ceritanya. Petarung akan menggunakan semua keterampilan dan strategi untuk menang. Tapi, kemenagan biasanya akan menjadi milik mereka yang kuat. Ini juga bisa menjadi milik protagonis setelah menemukan kekuatan dalam dan tekad untuk menang.
3. Elemen cerita
Sementara premis tentang perompak, ninja dan roh sepertinya berbeda, Big Three itu masih menemukan cara untuk menggemakan satu sama lain di cerita mereka. Semua cerita mereka bisa dipecah menjadi busur individu yang berbasis lokasi baru, teman baru dan musuh serta perubahan besar di plotnya. Busur ini dianggap selesai begitu protagonisnya mengalahkan antagonis utamanya di sebuah pertarungan besar.
Protagonisnya acap kali harus berlatih untuk mendapatkan kekuatan dan/atau keterampilan baru yang diperlukan untuk melakukan hal seperti itu. Ini akan memberikan mereka tepian yang sangat dibutuhkan. Setelah konflik utama selesai, protagonisnya akan punya waktu untuk merayakan, menyembuhkan luka dan pamitan kepada teman baru mereka sebelum melanjutkan petualangan mereka.
4. Tema
Ketiga serial itu punya banyak persamaan atas bagaimana mereka menangani pertarungan mereka. Setiap cerita cenderung menyoroti pertarungan satu lawan satu antara protagonist, teman dan sekutunya, dan antagonis utama busur cerita. Kadang-kadang, mereka juga bertarung melawan pihak ketiga.
Petarung sering mengungkap kalau mereka menahan diri. Mereka kemudian akan mulai menggunakan kekuatan dan jurus mereka untuk mengungguli lawannya. Ini biasanya akan menyebabkan musuh mereka mendorong habis-habisan sampai melampaui batasan mereka dan unggul lagi.
Pertarungan seperti ini yang mencapai ketinggian baru untuk mengungguli musuhnya akan berlanjut sepanjang yang diinginkan plot ceritanya. Petarung akan menggunakan semua keterampilan dan strategi untuk menang. Tapi, kemenagan biasanya akan menjadi milik mereka yang kuat. Ini juga bisa menjadi milik protagonis setelah menemukan kekuatan dalam dan tekad untuk menang.
3. Elemen cerita
Sementara premis tentang perompak, ninja dan roh sepertinya berbeda, Big Three itu masih menemukan cara untuk menggemakan satu sama lain di cerita mereka. Semua cerita mereka bisa dipecah menjadi busur individu yang berbasis lokasi baru, teman baru dan musuh serta perubahan besar di plotnya. Busur ini dianggap selesai begitu protagonisnya mengalahkan antagonis utamanya di sebuah pertarungan besar.
Protagonisnya acap kali harus berlatih untuk mendapatkan kekuatan dan/atau keterampilan baru yang diperlukan untuk melakukan hal seperti itu. Ini akan memberikan mereka tepian yang sangat dibutuhkan. Setelah konflik utama selesai, protagonisnya akan punya waktu untuk merayakan, menyembuhkan luka dan pamitan kepada teman baru mereka sebelum melanjutkan petualangan mereka.
4. Tema
Lihat Juga :