Tari Perut di Arab Saudi, Sejarah dan Eksistensinya Kini

Senin, 14 Februari 2022 - 20:00 WIB
Para penarinya juga tampil sangat terbuka dan menonjolkan bagian perut. Meski demikian, tarian ini biasa ditarikan dan dipertunjukan oleh sesama perempuan. Sementara kaum laki-laki akan merayakannya sendiri di ruang terpisah. Tak heran, jika tari perut ini juga dijadikan ajang bersosialisasi bagi kaum wanita di Timur Tengah.

Baca Juga: Daftar 9 Mata Uang Termahal di Dunia, Paling Unggul dari Timur Tengah

Pada zaman dulu, tari perut biasa digelar sebagai ritual keagamaan. Hal ini dilakukan untuk menyembah dewa bumi. Dalam tarian ini, perut menjadi simbol detak jantung kehidupan. Gerakannya yang berputar-putar melambangkan sebagai proses kelahiran.

Tari perut Timur Tengah mulai dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1893 dalam acara Chicago World Columbian Exposition. Namun, tarian itu disajikan sangat vulgar dan jauh dari tarian aslinya, sehingga tari perut langsung mendapat citra yang buruk dari para penonton.

Hingga saat ini, tari perut memang dilarang oleh pemerintah di Timur Tengah, terutama Mesir. Negara tersebut pernah menggelar sebuah ajang pencarian bakat tari perut. Namun, ditentang pemerintah karena dinilai haram.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!