OBAT Apps Gandeng Kemendikbud Sosialisasi Hibah Penelitian Vokasi

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:53 WIB
Pada kesempatan tersebut, Prof. Saryono dan Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS menyampaikan beberapa skema penelitian serta pengabdian masyarakat yang dapat dipantau lebih lanjut melalui laman SIMLITABMAS. Menurut data, 70% peneliti di Indonesia merupakan peneliti dasar dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT I, II, dan III).

Sehingga pada taun 2022 ini, fokus utama adalah mendorong peneliti dasar agar naik tingkat menjadi peneliti terapan (TKT IV, V, dan VI), sedangkan penelitian terapan didorong untuk penelitian pengembangan yang bermuara pada hilirisasi produk dan siap diproduksi secara massal.

“Dorongan tersebut dilakukan agar penelitian bisa membantu memecahkan persoalan dan memberian nilai tambah ekonomi pada masyarakat.” ujar Saryono.

Penyusunan proposal penelitian dan pengabdian ini tentunya perlu disesuaikan dengan Rencana Induk Penelitian Nasional 2017-2045 yang mengusung tema green economy, blue economy, digital economy, pariwisata, serta kemandirian kesehatan.

Sementara itu, Okid memberikan beberapa tips agar proposal dapat didanai. Pertama, pengaju proposal berasal dari disiplin ilmu yang berbeda.

Hal ini bertujuan agar proses pengabdian bisa memberikan solusi yang beragam. Kedua, program yang diajukan berkelanjutan dan relevan dengan kondisi masa kini.

Ketiga adalah masalah teknis seperti seleksi administrasi yang memegang 10% dari penilaian substansi proposal pengabdian, sedangkan untuk penelitian memegang proporsi hingga 40%. Tips teknis lainnya adalah kata kunci yang sesuai dengan tema, visualisasi, dan perihal linimasa pengunggahan berkas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!