Attack on Titan Akhirnya Ungkap Masa Lalu Annie Leonhart
Kamis, 24 Februari 2022 - 19:52 WIB
Dia kemudian dipungut seorang pria Eldia yang membesarkannya untuk menjadi seorang prajurit. Pria yang bukan ayah kandungnya itu berharap Annie bisa mendapatkan kehidupan yang nyaman sebagai Marleyan Kehormatan. Annie menghabiskan seluruh masa kecilnya dalam pelatihan tempur yang keras.
Bersama ayah angkatnya, Annie mempelajari gaya bertarung yang unik di kampung halamannya. Begitu Annie menguasai gaya tersebut, dia melumpuhkan ayah angkatnya, mematahkan kakinya sehingga tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik lagi. Namun, ayah angkatnya itu malah bangga kepadanya.
Karena masa kecilnya yang sulit, Annie tidak pernah mengembangkan rasa peduli pada apa pun. Mau itu kepada Marley, Eldia, serangga, bahkan kepada kehidupannya sendiri, dia tidak peduli. Pembantaian sadis yang dia lakukan terhadap sekelompok anggota Pasukan Pengintai bukan karena dia benci Eldia, tapi karena dia menganggap hidup itu tidak penting.
Marley mengajari Annie kalau setiap pembunuhan—terhadap tentara atau warga sipil—saat perang bisa dibenarkan. Ajaran ini cocok bagi Annie karenadia tidak keberatan untuk membunuh. Marley juga memandang kalau tidak ada seorang pun yang melakukan apa pun terhadap mereka karena dosa nenek moyang mereka.
Annie kemudian dijadwalkan berangkat misi untuk merebut kembali Founding Titan dari Pulau Paradis. Ketika dia hendak berangkat, ayah angkatnya menangis dan meminta maaf karena telah membesarkannya seperti itu. Dia kemudian memohon agar putri angkatnya itu kembali hidup-hidup.
Pria itu mengatakan sudah tidak lagi peduli dengan titel Marley Kehormatan selama Annie pulang dalam kondisi hidup. Air mata Annie menetes. Dia tidak percaya ada orang yang menunjukkan perhatian kepadanya untuk kali pertama dalam hidupnya. Dia pun mengabdikan dirinya untuk misi itu sehingga bisa berakhir lebih cepat. Annie ingin bisa kembali sesegera mungkin kepada ayahnya.
Setelah terbungkus akibat pengerasan Titan selama empat tahun, Annie pun terbangun. Namun, keinginannya tidak berubah. Dia tetap ingin pulang ke pelukan ayahnya. Sayang, dia mungkin tidak lagi punya ayah. Kekacauan sudah melanda di mana-mana.
Bersama ayah angkatnya, Annie mempelajari gaya bertarung yang unik di kampung halamannya. Begitu Annie menguasai gaya tersebut, dia melumpuhkan ayah angkatnya, mematahkan kakinya sehingga tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik lagi. Namun, ayah angkatnya itu malah bangga kepadanya.
Karena masa kecilnya yang sulit, Annie tidak pernah mengembangkan rasa peduli pada apa pun. Mau itu kepada Marley, Eldia, serangga, bahkan kepada kehidupannya sendiri, dia tidak peduli. Pembantaian sadis yang dia lakukan terhadap sekelompok anggota Pasukan Pengintai bukan karena dia benci Eldia, tapi karena dia menganggap hidup itu tidak penting.
Marley mengajari Annie kalau setiap pembunuhan—terhadap tentara atau warga sipil—saat perang bisa dibenarkan. Ajaran ini cocok bagi Annie karenadia tidak keberatan untuk membunuh. Marley juga memandang kalau tidak ada seorang pun yang melakukan apa pun terhadap mereka karena dosa nenek moyang mereka.
Annie kemudian dijadwalkan berangkat misi untuk merebut kembali Founding Titan dari Pulau Paradis. Ketika dia hendak berangkat, ayah angkatnya menangis dan meminta maaf karena telah membesarkannya seperti itu. Dia kemudian memohon agar putri angkatnya itu kembali hidup-hidup.
Pria itu mengatakan sudah tidak lagi peduli dengan titel Marley Kehormatan selama Annie pulang dalam kondisi hidup. Air mata Annie menetes. Dia tidak percaya ada orang yang menunjukkan perhatian kepadanya untuk kali pertama dalam hidupnya. Dia pun mengabdikan dirinya untuk misi itu sehingga bisa berakhir lebih cepat. Annie ingin bisa kembali sesegera mungkin kepada ayahnya.
Setelah terbungkus akibat pengerasan Titan selama empat tahun, Annie pun terbangun. Namun, keinginannya tidak berubah. Dia tetap ingin pulang ke pelukan ayahnya. Sayang, dia mungkin tidak lagi punya ayah. Kekacauan sudah melanda di mana-mana.
Lihat Juga :