7 Superhero dengan Gangguan Mental yang Tampil di Film Marvel
Minggu, 27 Februari 2022 - 21:35 WIB
Thor bertekad balas dendam di Avengers: Infinity War. Dia ingin menuntut balas pada Thanos atas pembantaian rakyat Asgard dan pembunuhan Loki. Kemarahannya membuatnya jadi sembrono. Dia tidak memenggal kepala Thanos dan membuat Mad Titan itu bisa menggunakan Sarung Tangan Keabadian. Thor akhirnya bisa balas dendam dengan membunuh Thanos di Kebun.
Setelah itu, kondisi Thor bukannya tambah membaik. Di New Asgard, Thor membangun temboknya sendiri dan hidup dalam cangkang. Dia menolak berinteraksi dengan orang. Dia hanya mau bertemu Korg dan Miek. Dia jadi alkoholik dan menghabiskan hari-harinya dengan main game sebagai bentuk pelarian. Depresinya hanya diperburuk dengan kecemasan (anxiety) dan keraguannya atas dirinya sendiri. Saat bertemu ibunya di Asgard di masa lalu, Thor jadi malu.
5. Tony Stark — PTSD
Tony Stark punya sejarah menyakitkan akibat tragedi. Dia kehilangan orangtuanya saat masih kecil dan baru berdamai dengan ayahnya ketika dia pergi ke masa lalu. Usahanya untuk menghadapi masalahnya dengan teknologi BARF terganggu ketika dia tahu kalau Howard dan Maria dibunuh Winter Soldier. Trauma masa kecilnya itu mungkin tidak sebanding dengan apa yang dia alami saat dewasa.
Penculikannya di Afghanistan meninggalkan trauma mendalam baginya. Apalagi, dia nyaris kehilangan nyawa dan harus memasang reactor di dadanya agar tetap hidup. Setelah Perang New York, dia dihantui visi yang dia lihat di portal. Ketakutan terburuknya dieksploitasi Wanda Maximofff. PTSD Tony dieksplorasi lebih dalam di Iron Man 3. Tapi, gangguan mental itu lebih terlihat setelah jentikan jari Thanos.
4. Hulk — Intermittent Explosive Disorder
Hulk bisa jadi dianggap sebagai karakter yang menderita Dissociative Identity Disorder (DID)/kepribadian ganda. Tapi, di balik permukaan, ada yang lebih dari itu. Sekelompok psikolog klinis menganalisa dan mendiagnosa kesehatan mental Hulk. Mereka kemudian menemukan kalau makhluk raksasa hijau itu menderia intermittent explosive disorder (IED).
Gangguan ini digambarkan sebagai ledakan perilaku berulang yang mewakili kegagalan untuk mengendalikan impuls agresif. Gangguan ini bisa menjelaskan mengapa Hulk tidak bisa mengendalikan amarahnya. Di bentuknya yang lebih kalem, seperti Professor Hulk, dia sepertinya bisa melewati gangguan mental ini. Di MCU, dia sempat bisa mengendalikan dirinya ketika berbentuk Smart Hulk. Tapi, di Fase 4, sepertinya dia sudah kembali ke bentuk semula.
3. Wanda Maximoff — Psychotic Break
Setelah itu, kondisi Thor bukannya tambah membaik. Di New Asgard, Thor membangun temboknya sendiri dan hidup dalam cangkang. Dia menolak berinteraksi dengan orang. Dia hanya mau bertemu Korg dan Miek. Dia jadi alkoholik dan menghabiskan hari-harinya dengan main game sebagai bentuk pelarian. Depresinya hanya diperburuk dengan kecemasan (anxiety) dan keraguannya atas dirinya sendiri. Saat bertemu ibunya di Asgard di masa lalu, Thor jadi malu.
5. Tony Stark — PTSD
Tony Stark punya sejarah menyakitkan akibat tragedi. Dia kehilangan orangtuanya saat masih kecil dan baru berdamai dengan ayahnya ketika dia pergi ke masa lalu. Usahanya untuk menghadapi masalahnya dengan teknologi BARF terganggu ketika dia tahu kalau Howard dan Maria dibunuh Winter Soldier. Trauma masa kecilnya itu mungkin tidak sebanding dengan apa yang dia alami saat dewasa.
Penculikannya di Afghanistan meninggalkan trauma mendalam baginya. Apalagi, dia nyaris kehilangan nyawa dan harus memasang reactor di dadanya agar tetap hidup. Setelah Perang New York, dia dihantui visi yang dia lihat di portal. Ketakutan terburuknya dieksploitasi Wanda Maximofff. PTSD Tony dieksplorasi lebih dalam di Iron Man 3. Tapi, gangguan mental itu lebih terlihat setelah jentikan jari Thanos.
4. Hulk — Intermittent Explosive Disorder
Hulk bisa jadi dianggap sebagai karakter yang menderita Dissociative Identity Disorder (DID)/kepribadian ganda. Tapi, di balik permukaan, ada yang lebih dari itu. Sekelompok psikolog klinis menganalisa dan mendiagnosa kesehatan mental Hulk. Mereka kemudian menemukan kalau makhluk raksasa hijau itu menderia intermittent explosive disorder (IED).
Gangguan ini digambarkan sebagai ledakan perilaku berulang yang mewakili kegagalan untuk mengendalikan impuls agresif. Gangguan ini bisa menjelaskan mengapa Hulk tidak bisa mengendalikan amarahnya. Di bentuknya yang lebih kalem, seperti Professor Hulk, dia sepertinya bisa melewati gangguan mental ini. Di MCU, dia sempat bisa mengendalikan dirinya ketika berbentuk Smart Hulk. Tapi, di Fase 4, sepertinya dia sudah kembali ke bentuk semula.
3. Wanda Maximoff — Psychotic Break
Lihat Juga :