Angela Tanoesoedibjo: Kelestarian Lingkungan Aset Paling Berharga bagi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan
Rabu, 02 Maret 2022 - 13:04 WIB
"Oleh karena itu, dalam pengembangan pariwisata indonesia, Kemenparekraf sudah memiliki rumusan 3P yaitu people, planet, dan prosperity," terang Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam Webinar Sosialisasi Wisata Ramah Lingkungan di Destinasi Pariwisata, Rabu (2/3/2022).
Lebih lanjut, Angela menjelaskan bahwa dari aspek people pihaknya memperhatikan apa keinginan wisatawan. Lalu aspek planet adalah bagaimana Kemenparekraf merawat dan melestarikan destinasi wisata.
Sedangkan untuk aspek prosperity adalah memaksimalkan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami yakin, rumusan 3P adalah pilar untuk mencapai pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang jika semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," jelas Angela.
Satu langkah konkret yang sudah Kemenparekraf lakukan untuk mewujudkan konsep pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan ini adalah dengan program carbon footprint calculator dan carbon offsetting yang sudah diluncurkan Januari 2022.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf bersama Jejak.in dengan melakukan perhitungan emisi yang dihasilkan dari perjalanan wisatawan, baik dari penggunaan listrik, bahan bakar transportasi, dan lain sebagainya.
Lebih lanjut, Angela menjelaskan bahwa dari aspek people pihaknya memperhatikan apa keinginan wisatawan. Lalu aspek planet adalah bagaimana Kemenparekraf merawat dan melestarikan destinasi wisata.
Sedangkan untuk aspek prosperity adalah memaksimalkan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami yakin, rumusan 3P adalah pilar untuk mencapai pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang jika semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," jelas Angela.
Satu langkah konkret yang sudah Kemenparekraf lakukan untuk mewujudkan konsep pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan ini adalah dengan program carbon footprint calculator dan carbon offsetting yang sudah diluncurkan Januari 2022.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf bersama Jejak.in dengan melakukan perhitungan emisi yang dihasilkan dari perjalanan wisatawan, baik dari penggunaan listrik, bahan bakar transportasi, dan lain sebagainya.
Lihat Juga :