Bukan Paru-Paru, Ini Sasaran Infeksi yang Diincar Omicron

Rabu, 02 Maret 2022 - 19:22 WIB
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, dr Prasenohadi, Sp.P, memaparkan bahwa situasi di RS memang sekarang ini tidak sesibuk di gelombang Delta. Kebutuhan akan oksigen pun tidak setinggi di saat gelombang Delta.

"Berdasar pengalaman saya di RS, pada masa Juni-Juli 2021 jumlah pasien dengan gagal napas sangat tinggi, kemudian diikuti ketidakcukupan oksigen yang akibatnya angka kematian begitu tinggi dibandingkan gelombang Omicron sekarang," beber dr. Seno dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/3/2022).

Dokter Seno pun menyebut jika setiap varian Covid-19 memiliki karakternya sendiri yang berakibat pada organ tertentu. Pada kasus Delta misalnya, infeksinya itu dominan pada bagian paru yang paling kecil atau biasa disebut Alveolus.

"Pada infeksi Delta, terjadi peradangan paru yang sangat hebat di area Alveolus. Lalu, terjadi juga pneumonia, proses inflamasi yang hebat atau badai sitokin, terjadi juga edema paru akut, yang akhirnya kebutuhan akan oksigen begitu tinggi. Makanya saat itu kebutuhan ICU pun membludak," jelasnya.

Namun, situasi gelombang Omicron tidak menyebabkan kondisi-kondisi yang terjadi pada Delta. Di rumah sakit misalnya, situasi terkendali dan tidak membutuhkan tenda darurat karena membludaknya pasien.

Menurut dr. Seno, sasaran infeksi yang diincar Omicron tidak mengarah pada organ paru, melainkan sistem pernapasan saluran atas. Makanya, gejala yang banyak dilaporkan saat ini sakit tenggorokan atau batuk-pilek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!