Perhatikan Asupan Gizi Selama Puasa
Jum'at, 24 April 2020 - 12:15 WIB
Ketika berpuasa, perhatikan asupan gizi yang dikonsumsi setiap harinya. Foto/Istimewa
Ketika berpuasa, perhatikan asupan gizi yang dikonsumsi setiap harinya. Tubuh tidak hanya memerlukan zat gizi makro saja namun zat gizi mikro juga sangat dibutuhkan.
Akademisi dan Praktisi Gizi yang juga ketua Yayasan Masyarakat Sadar Sadar Gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, menyarankan agar melengkapi makanan kita dengan sayuran dan buah dengan lima warna berbeda. Ini akan menjadi penanda yang baik bahwa asupan vitamin dan mineral kita tercukupi.
Ia juga mengingatkan bahwa proses memasak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral. "Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak. Fokus pada rasa asli sayuran dan masaklah sesingkat mungkin. Sayur bening bayam lebih baik daripada bayam yang disayur bobor (memakai santan). Daun ubi rebus lebih baik daripada gulai daun ubi tumbuk," kata dr. Tirta dalam diskusi online Puasa Sehat Dan Menyehatkan, Rabu (22/04) yang diadakan Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), dan Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Hindari untuk mengkonsumsi gorengan baik saat sahur dan berbuka. Umumnya, kebiasaan masyarakat kita adalah makan gorengan yang menjadi hidangan utama saat berbuka puasa, padahal gorengan mengandung lemak yang tinggi. Menurut dr. Tirta, suplemen vitamin tidak selalu harus dikonsumsi. Sebaliknya, vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari makanan seimbang yang kita konsumsi. Suplemen Vitamin dianjurkan jika tubuh sangat membutuhkan atau kita dalam kondisi sakit.
Akademisi dan Praktisi Gizi yang juga ketua Yayasan Masyarakat Sadar Sadar Gizi, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, menyarankan agar melengkapi makanan kita dengan sayuran dan buah dengan lima warna berbeda. Ini akan menjadi penanda yang baik bahwa asupan vitamin dan mineral kita tercukupi.
Ia juga mengingatkan bahwa proses memasak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral. "Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak. Fokus pada rasa asli sayuran dan masaklah sesingkat mungkin. Sayur bening bayam lebih baik daripada bayam yang disayur bobor (memakai santan). Daun ubi rebus lebih baik daripada gulai daun ubi tumbuk," kata dr. Tirta dalam diskusi online Puasa Sehat Dan Menyehatkan, Rabu (22/04) yang diadakan Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), dan Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Hindari untuk mengkonsumsi gorengan baik saat sahur dan berbuka. Umumnya, kebiasaan masyarakat kita adalah makan gorengan yang menjadi hidangan utama saat berbuka puasa, padahal gorengan mengandung lemak yang tinggi. Menurut dr. Tirta, suplemen vitamin tidak selalu harus dikonsumsi. Sebaliknya, vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari makanan seimbang yang kita konsumsi. Suplemen Vitamin dianjurkan jika tubuh sangat membutuhkan atau kita dalam kondisi sakit.
Lihat Juga :