Berawal dari Nasi Kuning Jusuf Hamka Ingin Bangun Seribu Masjid, Ini Kisahnya

Kamis, 17 Maret 2022 - 19:17 WIB
"Di kala saya sudah agak sedikit mapan, saya coba berbagi dengan nasi kuning. Waktu usia saya 60 tahun, which is 2017 akhir, saya berpikir. Selama 6 tahun dari 2011 atau 2012, saya memberi makan orang gratis di bulan puasa saja. Lalu saya panggil rekan kerja saya, saya bilang: 'saya enggak mau berbagi hanya di bulan Ramadan. Saya mau setiap hari, Senin sampai Jumat, tanpa bulan Ramadan pun kita bagi'," kisah Jusuf Hamka.

Baca Juga: Ditipu Bank Syariah, Jusuf Hamka Blak-blakan di Podcast Deddy Corbuzier

Rencana itu pun dia jalani dengan modal awal Rp10 juta. Pada 6 Februari 2018, Jusuf Hamka berhasil membuka Warung Nasi Kuning Podjok Halal yang menyediakan nasi kuning Rp3 ribu, bahkan gratis untuk dhuafa.

"Ini uang Rp10 juta ya. Saya anggarkan subsidi Rp7 ribu perak untuk seribu porsi per hari. Berarti Rp7 juta dikali 250 hari kerja, Rp1 miliar 750 juta. Sebagai modal awal Rp10 juta, nanti kalau habis baru ambil lagi. Kita bukalah warung 6 Februari 2018," tuturnya.

Bagi Jusuf Hamka, usahanya ini menjadi ajang sedekah. Pernah suatu ketika ada tukang parkir yang makan di warungnya lalu mentraktir seorang kakek dhuafa untuk makan di warung tersebut. Kejadian ini membuatnya berpikir bahwa usahanya bisa menjadi ajang sedekah bagi orang-orang.

"Rupanya 3 ribu itu terdapat satu rahasia dari Tuhan untuk saya. Jadi menjadi ajang sedekah dari kita untuk kita. Kenapa? Saya lihat waktu itu, ada tukang parkir di PMII Jakarta Raya, saya melayani di situ. 'Pak saya beli 3 ribu', saya layanin. Terus setelah dia kelar makan, dua menit kemudian dia bawa kakek-kakek pake tongkat terus dia keluarin 3 ribu, 'Saya mau sedekah buat ini kakek', berarti saya tidak memonopoli sedekah," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!