Angkat Kisah Patriotisme Panglima Inong Balee Keumalahayati ke Teater Musikal
Sabtu, 19 Maret 2022 - 17:16 WIB
Keumalahayati merupakan istri dari Laksamana Zainal Abidin yang wafat dalam sebuah perang Kesultanan Aceh Darussalam melawan Portugis di perairan Teluk Haru.
Teuku Rifnu Wikana menuturkan bahwa dalam pementasan, dia melibatkan seniman tradisi Aceh dan memunculkan tiga tarian khas daerah tersebut, yakni Tari Rapai Kipah, Ranup Lampuan, dan Rencong.
"Teater musikal ini kami mengangkat kisah hidup Keumalahayati bersama Laskar Inong Balee dengan berbasis seni tari dan musik tradisi Aceh dalam kemasan modern Perjuangan Malahayati menarik sekali," kata Teuku Rifnu saat dijumpai usai gladi bersih di Teater Jakarta, Jumat (18/3/2022) malam.
Menurutnya, meskipun drama musikal ini mengangkat kisah patriotisme Keumalahayati dalam melawan Portugis, namun disajikan dalam kemasan yang manis di pentas.
"Adegan fighting misalnya, diramu dalam gerakan tari yang memikat. Kami tampil dalam format drama musikal. Jadi adegan fighting tetap ada, namun disajikan dalam kemasan berbeda," ungkap Teuku, yang berperan sebagai Sultan.
Teuku Rifnu Wikana menuturkan bahwa dalam pementasan, dia melibatkan seniman tradisi Aceh dan memunculkan tiga tarian khas daerah tersebut, yakni Tari Rapai Kipah, Ranup Lampuan, dan Rencong.
"Teater musikal ini kami mengangkat kisah hidup Keumalahayati bersama Laskar Inong Balee dengan berbasis seni tari dan musik tradisi Aceh dalam kemasan modern Perjuangan Malahayati menarik sekali," kata Teuku Rifnu saat dijumpai usai gladi bersih di Teater Jakarta, Jumat (18/3/2022) malam.
Menurutnya, meskipun drama musikal ini mengangkat kisah patriotisme Keumalahayati dalam melawan Portugis, namun disajikan dalam kemasan yang manis di pentas.
"Adegan fighting misalnya, diramu dalam gerakan tari yang memikat. Kami tampil dalam format drama musikal. Jadi adegan fighting tetap ada, namun disajikan dalam kemasan berbeda," ungkap Teuku, yang berperan sebagai Sultan.
Lihat Juga :