Inggris Hapus Pembatasan Perjalanan Terkait Covid-19, Ini Buku Panduan untuk Pelancong dari Indonesia
Senin, 21 Maret 2022 - 22:00 WIB
“Inilah saat yang kita semua tunggu. Kebijakan ini membawa kembali wisata atau perjalanan kita hampir ke normalitas sebelum COVID. Kami tidak akan berpuas diri. Inggris akan terus melanjutkan kolaborasi erat kami dengan mitra-mitra terkait dalam pengurutan genom COVID-19 , sehingga kami siap untuk menangani varian baru jika muncul. Namun untuk saat ini, ini adalah momen untuk dirayakan – karena pariwisata dan perjalanan bisnis – akan semakin mudah, " kataDuta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.
Ia merasa senang bahwa kebijakan ini diambil hanya beberapa hari sebelum Kedutaan Inggris meluncurkan Buku Panduan untuk membantu masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Inggris. "Waktunya sangat tepat, ditambah dengan libur Paskah bulan depan! Kami berharap buku panduan yang diterbitkan dalam dalam Bahasa Indonesia ini – dapat memberikan ide-ide baru, informasi yang bermanfaat, keyakinan dan inspirasi – bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke Inggris.” imbuhnya.
Pada tahun 2021, jumlah orang Indonesia yang bepergian ke Inggris adalah 9.670 – kurang dari seperlima dari 55.000 angka pra-pandemi. Tetapi tingkat bagi orang Indonesia yang mengajukan permohonan visa Inggris tetap tinggi – yaitu 91% dari mereka yang mengajukan permohonan di semua jenis visa – mulai dari visa kunjungan, bekerja, belajar, hingga keluarga. Warga Negara Indonesia yang mengisi formulir dengan benar dan memberikan informasi yang diminta – hampir semuanya berhasil mendapatkan visa Inggris.
Sementara itu Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan bahwaInggris memimpin dunia dalam menghapus semua pembatasan perjalanan COVID-19 yang tersisa, dan pengumuman ini adalah bukti kerja keras semua orang di Inggris untuk meluncurkan vaksin dan melindungi satu sama lain.
"Saya katakan bahwa kami tidak akan memberlakukan langkah-langkah perjalanan lebih lama dari yang diperlukan, yang kami sampaikan melalui pengumuman ini – ini adalah sebuah berita dengan sambutan baik yang memberikan kebebasan lebih besar bagi para pelaku perjalanan menjelang liburan Paskah.Saya berharap dapat terus bekerja dengan sektor perjalanan dan mitra di seluruh dunia untuk membuat perjalanan internasional terus bergerak," ungkap Grant Shapps.
Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa ini saatnyabelajar untuk hidup dengan COVID-19. Mereka mengambil langkah lebih lanjut untuk membuka perjalanan internasional sekali lagi menjelang liburan Paskah.
Ia merasa senang bahwa kebijakan ini diambil hanya beberapa hari sebelum Kedutaan Inggris meluncurkan Buku Panduan untuk membantu masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Inggris. "Waktunya sangat tepat, ditambah dengan libur Paskah bulan depan! Kami berharap buku panduan yang diterbitkan dalam dalam Bahasa Indonesia ini – dapat memberikan ide-ide baru, informasi yang bermanfaat, keyakinan dan inspirasi – bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke Inggris.” imbuhnya.
Pada tahun 2021, jumlah orang Indonesia yang bepergian ke Inggris adalah 9.670 – kurang dari seperlima dari 55.000 angka pra-pandemi. Tetapi tingkat bagi orang Indonesia yang mengajukan permohonan visa Inggris tetap tinggi – yaitu 91% dari mereka yang mengajukan permohonan di semua jenis visa – mulai dari visa kunjungan, bekerja, belajar, hingga keluarga. Warga Negara Indonesia yang mengisi formulir dengan benar dan memberikan informasi yang diminta – hampir semuanya berhasil mendapatkan visa Inggris.
Sementara itu Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan bahwaInggris memimpin dunia dalam menghapus semua pembatasan perjalanan COVID-19 yang tersisa, dan pengumuman ini adalah bukti kerja keras semua orang di Inggris untuk meluncurkan vaksin dan melindungi satu sama lain.
"Saya katakan bahwa kami tidak akan memberlakukan langkah-langkah perjalanan lebih lama dari yang diperlukan, yang kami sampaikan melalui pengumuman ini – ini adalah sebuah berita dengan sambutan baik yang memberikan kebebasan lebih besar bagi para pelaku perjalanan menjelang liburan Paskah.Saya berharap dapat terus bekerja dengan sektor perjalanan dan mitra di seluruh dunia untuk membuat perjalanan internasional terus bergerak," ungkap Grant Shapps.
Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa ini saatnyabelajar untuk hidup dengan COVID-19. Mereka mengambil langkah lebih lanjut untuk membuka perjalanan internasional sekali lagi menjelang liburan Paskah.
Lihat Juga :