Review Film Morbius: Vampir Menyeramkan dengan CGI Payah
Rabu, 30 Maret 2022 - 05:49 WIB
Selang puluhan tahun kemudian, Michael menjadi dokter yang terus berusaha menemukan penyembuhan atas penyakitnya tersebut. Dia lantas bereksperimen dengan DNA kelelawar. Eksperimennya berhasil. Dia sembuh. Tapi, efek sampingnya, dia menjadi vampir haus darah. Dia pun harus berusaha menekan keinginannya meminum darah manusia.
Premisnya cukup menarik karena memberikan gambaran tentang tontonan terbaru yang punya banyak unsur yang bisa dijual. Vampir dan rasa haus darah mereka bisa menjadi tontonan horor yang penuh aksi. Sayang, horor di film ini bahkan tidak ada rasanya.
Trailer film ini pun lumayan memberikan gambaran aksi gila seorang vampir hidup. Tapi, banyak adegan di trailer itu yang bahkan tidak ada di filmnya. Padahal sejumlah adegan di trailer itu seperti menjanjikan aksi Morbius dalam skala tinggi dengan kehadiran para polisi di sana.
Hal yang paling mengganggu di film ini adalah penggunaan CGI. Hampir semua adegan penyerangan yang melibatkan vampir menggunakan CGI ini. Bahkan, CGI juga dipakai untuk memperlihatkan kemampuan ekolokasi yang benar-benar mengganggu karena film ini jadi terasa seperti film murahan.
Apalagi, di adegan tarung antara Morbius dan Lucian. Karena efek yang dipakai di film ini plus penggunaan slow motion yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat, membuat adegan itu tidak menarik. Adegan klimaks di film ini sepertinya hanya angin lalu karena tidak berkesan sama sekali.
Penceritaan film ini juga terkesan kacau. Setelah menyelesaikan “misi” menjadikan Michael seorang vampir hidup, film ini seolah kehilangan arah. Ceritanya jadi tidak terlalu fokus dan malah stuck, tidak bisa kemana-mana. Fokus pada sosok Michael pun tidak terlalu fokus. Setelah menjadi vampir, Michael sepertinya tidak melakukan gebrakan lagi.
Premisnya cukup menarik karena memberikan gambaran tentang tontonan terbaru yang punya banyak unsur yang bisa dijual. Vampir dan rasa haus darah mereka bisa menjadi tontonan horor yang penuh aksi. Sayang, horor di film ini bahkan tidak ada rasanya.
Trailer film ini pun lumayan memberikan gambaran aksi gila seorang vampir hidup. Tapi, banyak adegan di trailer itu yang bahkan tidak ada di filmnya. Padahal sejumlah adegan di trailer itu seperti menjanjikan aksi Morbius dalam skala tinggi dengan kehadiran para polisi di sana.
Hal yang paling mengganggu di film ini adalah penggunaan CGI. Hampir semua adegan penyerangan yang melibatkan vampir menggunakan CGI ini. Bahkan, CGI juga dipakai untuk memperlihatkan kemampuan ekolokasi yang benar-benar mengganggu karena film ini jadi terasa seperti film murahan.
Apalagi, di adegan tarung antara Morbius dan Lucian. Karena efek yang dipakai di film ini plus penggunaan slow motion yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat, membuat adegan itu tidak menarik. Adegan klimaks di film ini sepertinya hanya angin lalu karena tidak berkesan sama sekali.
Penceritaan film ini juga terkesan kacau. Setelah menyelesaikan “misi” menjadikan Michael seorang vampir hidup, film ini seolah kehilangan arah. Ceritanya jadi tidak terlalu fokus dan malah stuck, tidak bisa kemana-mana. Fokus pada sosok Michael pun tidak terlalu fokus. Setelah menjadi vampir, Michael sepertinya tidak melakukan gebrakan lagi.
Lihat Juga :