Mengapa Zenitsu Dapat Burung Pipit di Kimetsu no Yaiba?
Kamis, 31 Maret 2022 - 18:53 WIB
Karena dia adalah pria yang rendah diri dan sadar dengan batasan fisiknya, laki-laki itu mengambil peti kecil dan membawanya pulang. Ternyata, isinya adalah harta karun. Istrinya yang tamak segera pergi ke sarang burung gerja dan mengambil peti yang besar.
Tak sabar, dia membuka peti itu ketika dalam perjalanan ke rumah. Ternyata, peti itu berisi ular dan benda-benda mengerikan lainnya. Dia kaget dan jatuh dari jurang. Dongengnya mirip Bawang Merah dan Bawang Putih.
Sementara dongeng ini punya moral, salah satu yang pas dengan Zenitsu adalah peti harta karun. Zenitsu tidak percaya pada kemampuannya, secara metafora, dia memilih peti kecil. Tapi, meski dia hanya menguasai satu bentuk Pernapasan Petir, tekniknya sudah cukup kuat untuk melumpuhkan iblis yang lumayan kuat. Dia juga baik hati—sifat yang terwujud di saat kepercayaan dirinya terus tumbuh. Ini terlihat ketika dia membela anak-anak dan menuntut agar Daki meminta maaf karena menyakiti seorang gadis muda.
Baca Juga: 10 Fakta Kagaya Ubuyashiki, Bos Pembasmi Iblis di Kimetsu no Yaiba
Zenitsu juga bisa dilihat sebagai peti kecil itu. Sesuatu yang hanya bisa dilihat gurunya dan dia menemukan harta karun di dalamnya. Burung pipit itu juga menjadi simbol komunitas, kebaikan hati, dan keberuntungan. Tekad Chuntaro untuk tetap mendampinginya mungkin yang dibutuhkan Zenitsu sebagai pengingat kalau dia punya pendukung dalam perjalanannya.
Sementara melihat seorang Pembasmi Iblis diusik burung pipit kecil jelas sebuah kesembronoan di sebuah serial yang bisa cukup gelap, Zenitsu dan Chuntaro dipasangkan untuk lebih dari sekadar lucu-lucuan. Chuntaro adalah simbol apa yang diyakini Zenitsu terhadap dirinya sendiri. Burung itu juga simbol atas potensinya nanti. Dia menjanjikan hal-hal hebat bagi pengecut di serial ini.
Tak sabar, dia membuka peti itu ketika dalam perjalanan ke rumah. Ternyata, peti itu berisi ular dan benda-benda mengerikan lainnya. Dia kaget dan jatuh dari jurang. Dongengnya mirip Bawang Merah dan Bawang Putih.
Sementara dongeng ini punya moral, salah satu yang pas dengan Zenitsu adalah peti harta karun. Zenitsu tidak percaya pada kemampuannya, secara metafora, dia memilih peti kecil. Tapi, meski dia hanya menguasai satu bentuk Pernapasan Petir, tekniknya sudah cukup kuat untuk melumpuhkan iblis yang lumayan kuat. Dia juga baik hati—sifat yang terwujud di saat kepercayaan dirinya terus tumbuh. Ini terlihat ketika dia membela anak-anak dan menuntut agar Daki meminta maaf karena menyakiti seorang gadis muda.
Baca Juga: 10 Fakta Kagaya Ubuyashiki, Bos Pembasmi Iblis di Kimetsu no Yaiba
Zenitsu juga bisa dilihat sebagai peti kecil itu. Sesuatu yang hanya bisa dilihat gurunya dan dia menemukan harta karun di dalamnya. Burung pipit itu juga menjadi simbol komunitas, kebaikan hati, dan keberuntungan. Tekad Chuntaro untuk tetap mendampinginya mungkin yang dibutuhkan Zenitsu sebagai pengingat kalau dia punya pendukung dalam perjalanannya.
Sementara melihat seorang Pembasmi Iblis diusik burung pipit kecil jelas sebuah kesembronoan di sebuah serial yang bisa cukup gelap, Zenitsu dan Chuntaro dipasangkan untuk lebih dari sekadar lucu-lucuan. Chuntaro adalah simbol apa yang diyakini Zenitsu terhadap dirinya sendiri. Burung itu juga simbol atas potensinya nanti. Dia menjanjikan hal-hal hebat bagi pengecut di serial ini.
(alv)
Lihat Juga :