5 Karakter yang Ciptakan Gaya Pernapasan Sendiri di Kimetsu no Yaiba
Minggu, 03 April 2022 - 00:00 WIB
2. Shinobu Kocho
Sementara aslinya dilatih dengan teknik pernapasan bunga, Shinobu akhirnya menemukan kalau dia tidak bisa memenggal kepala iblis karena perawakannya yang kecil. Kelemahan ini biasanya menjadi akhir karier pembasmian iblis. Tapi, Shinobu punya kesempatan lain karena keahliannya membuat racun. Jadi, melalui keterampilan kimia dan tekadnya, dia menemukan gaya pernapasan serangga. Dia juga berhasil menjadi seorang Hashira.
Pusat pernapasan serangga adalah racun. Ini membuatnya menjadi gaya intensif yang paling dipersiapkan. Shinobu menyimpan campuran racun di sarung pedangnya. Dia menyesuaikan ramuannya tergantung pada iblis yang dia hadapi. Shinobu mengadaptasi pedang Nichirin-nya agar lebih runcing dan tipis untuk menyesuaikan racunnya itu. Ini untuk membantu fokus pernapasan serangga untuk menikam musuhnya untuk memasukkan racun ke tubuh mereka. Dengan kecepatan alami Shinobu, gaya ini juga bisa dipakai untuk melayang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah.
3. Tengen Uzui
Tengen punya pelatih perang lebih banyak dari Pembasmi Iblis lain. Tapi, pelatihannya itu sebenarnya adalah pelatihan mata-mata, bukan tarung langsung. Sebagai anggota keluarga ninja, dia telah menjalani pelatihan keras selama bertahun-tahun. Belum jelas apakah yang dilakukan Tengen setelah meninggalkan kehidupan ninjanya bersama ketiga istrinya. Namun, dia segera direkrut Kagaya Ubuyashiki, pemimpin Korps Pembasmi Iblis. Dengan perubahan karier seperti itu, Tengen harus mengadaptasi pelatihannya sebelumnya dan kepribadiannya ke teknik pernapasannya sendiri.
Sebagai seorang ninja, Tengen jelas punya ketertarikan pada suara. Yang tidak diduga, dia memilih jadi mencolok ketimbang licik. Pernapasan suaranya pas dengan pedang raksasa milik golok yang dihubungkan dengan rantai. Selain itu, bentknya juga pas dengan penggunaan bom kecil yang hanya bisa dilemparkan di tengah pertarungan dengan cepat oleh ninja seperti Tengen. Dengan mengombinasikan ledakan kecil dan pedang besar, pernapasan suara tidak hanya gaya yang berfokus pada serangan jarak jauh, tapi juga menjadi semencolok mungkin.
4. Mitsuri Kanroji
Sementara aslinya dilatih dengan teknik pernapasan bunga, Shinobu akhirnya menemukan kalau dia tidak bisa memenggal kepala iblis karena perawakannya yang kecil. Kelemahan ini biasanya menjadi akhir karier pembasmian iblis. Tapi, Shinobu punya kesempatan lain karena keahliannya membuat racun. Jadi, melalui keterampilan kimia dan tekadnya, dia menemukan gaya pernapasan serangga. Dia juga berhasil menjadi seorang Hashira.
Pusat pernapasan serangga adalah racun. Ini membuatnya menjadi gaya intensif yang paling dipersiapkan. Shinobu menyimpan campuran racun di sarung pedangnya. Dia menyesuaikan ramuannya tergantung pada iblis yang dia hadapi. Shinobu mengadaptasi pedang Nichirin-nya agar lebih runcing dan tipis untuk menyesuaikan racunnya itu. Ini untuk membantu fokus pernapasan serangga untuk menikam musuhnya untuk memasukkan racun ke tubuh mereka. Dengan kecepatan alami Shinobu, gaya ini juga bisa dipakai untuk melayang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah.
3. Tengen Uzui
Tengen punya pelatih perang lebih banyak dari Pembasmi Iblis lain. Tapi, pelatihannya itu sebenarnya adalah pelatihan mata-mata, bukan tarung langsung. Sebagai anggota keluarga ninja, dia telah menjalani pelatihan keras selama bertahun-tahun. Belum jelas apakah yang dilakukan Tengen setelah meninggalkan kehidupan ninjanya bersama ketiga istrinya. Namun, dia segera direkrut Kagaya Ubuyashiki, pemimpin Korps Pembasmi Iblis. Dengan perubahan karier seperti itu, Tengen harus mengadaptasi pelatihannya sebelumnya dan kepribadiannya ke teknik pernapasannya sendiri.
Sebagai seorang ninja, Tengen jelas punya ketertarikan pada suara. Yang tidak diduga, dia memilih jadi mencolok ketimbang licik. Pernapasan suaranya pas dengan pedang raksasa milik golok yang dihubungkan dengan rantai. Selain itu, bentknya juga pas dengan penggunaan bom kecil yang hanya bisa dilemparkan di tengah pertarungan dengan cepat oleh ninja seperti Tengen. Dengan mengombinasikan ledakan kecil dan pedang besar, pernapasan suara tidak hanya gaya yang berfokus pada serangan jarak jauh, tapi juga menjadi semencolok mungkin.
4. Mitsuri Kanroji
Lihat Juga :