Stres Karena Media Sosial Bisa Diatasi dengan Self Healing, Begini Caranya
Minggu, 10 April 2022 - 21:47 WIB
Podcast Aksi Nyata membahas soal tren self healing di kalangan anak muda zaman sekarang. Foto/YouTube Parta Perindo
JAKARTA - Di dunia serba digital, media sosial mempunyai peran yang sangat besar bagi kehidupan. Melalui media sosial ini, seseorang bisa saling terhubung dengan teman dan kerabat, membangun jejaring baru, serta bersosialisasi.
Namun di luar manfaat utamanya, media sosial bisa memberi dampak negatif, lho! Misalnya, menjadi pemicu seseorang mengalami stres karena adanya budaya flexing atau pamer. Di media sosial seseorang juga rawan kena bulying yang bisa menyebabkan depresi .
Sekjen Kartini Perindo, Eva Mutia turut membahas persoalan tersebut dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Minggu (10/4/2022). Dia menjelaskan, betapa pentingnya penggunaan media sosial yang bijak untuk menghindari diri dari stres.
“Menurut saya, peran media sosial juga punya andil untuk membuat orang stres,” kata Eva Mutia seperti dikutip dari YouTube Partai Perindo, Minggu (10/4/2022).
Namun di luar manfaat utamanya, media sosial bisa memberi dampak negatif, lho! Misalnya, menjadi pemicu seseorang mengalami stres karena adanya budaya flexing atau pamer. Di media sosial seseorang juga rawan kena bulying yang bisa menyebabkan depresi .
Sekjen Kartini Perindo, Eva Mutia turut membahas persoalan tersebut dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Minggu (10/4/2022). Dia menjelaskan, betapa pentingnya penggunaan media sosial yang bijak untuk menghindari diri dari stres.
“Menurut saya, peran media sosial juga punya andil untuk membuat orang stres,” kata Eva Mutia seperti dikutip dari YouTube Partai Perindo, Minggu (10/4/2022).
Lihat Juga :