Fantastic Beasts 3: The Secrets of Dumbledore Lebih Banyak Politik, Sihir Kurang

Rabu, 13 April 2022 - 04:04 WIB


Usaha Newt dan teman-temannya untuk mencegah langkah Grindelwald membawa mereka ke dunia politik para penyihir. Seperti politik dunia manusia, ada orang yang menggunakan segala cara untuk bisa berkuasa. Termasuk berbuat curang. Bedanya, kecurangan mereka melibatkan sihir.

Inilah yang kemudian membuat seri ketiga ini berbeda dari dua seri sebelumnya. Fantastic Beasts 3 ini lebih banyak muatan politiknya. Namun, karena muatan politik ini, film ini jadi tidak terlalu banyak mengungkapkan sihir, terutama sihir baru. Film ini sepertinya menyasar pada penonton Harry Potter yang lebih dewasa.

Hal yang menarik di film ini hanya terjadi di separuh awal. Dari pengungkapan hubungan Dumbledore dan Grindelwald, hingga kehadiran Qilin, semuanya ada di awal. Tapi, begitu masuk ke pertengahan hingga akhir, plotnya jadi terasa flat. Ya, memang banyak fan service di sini, terutama untuk penggemar Harry Potter. Tapi, secara cerita, ya, biasa saja.

Muatan politiknya pun tidak mendalam, hanya ada di permukaan. Tidak ada adegan balik layar yang serius. Tidak ada eksplorasi pada ketiga calon pemimpin dunia sihir itu. Mereka hanya diperkenalkan nama dan wajah. Bahkan, dari tiga orang itu, hanya Grindelwald yang mendapatkan eksposure paling besar. Dua lainnya? Hanya tempelan.

Tidak ada kampanye dari para kandidat ini terkait pandangan, program, dan mengapa mereka layak jadi pemimpin. Yang terekspos adalah rencana jahat Grindelwald, tidak lebih dari itu. Jadi, film ini kentang sekali. Tidak ada fokus yang benar-benar diekspos lebih dalam. Karena terlalu banyak adegan omong-omongan, sihir di film ini juga tidak banyak ditampakkan. Di satu adegan, entah mengapa, bagi saya, adegan ekspansi domain di Jujutsu Kaisen lebih seru dari film ini.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!