Anak Temperamen Berpotensi Tumbuhkan Kebiasaan Makan Tidak Sehat
Jum'at, 19 Juni 2020 - 02:12 WIB
Penelitian ini melibatkan sekitar 800 anak berusia 4, 6, 8, dan 10 tahun. Para peneliti bertanya kepada orangtua tentang kebiasaan makan dan temperamen anak-anak mereka serta memeriksa apakah temperamen dapat memprediksi bagaimana kebiasaan makan berkembang.
(Baca juga: Akibat Pandemi, Kaum Ibu Semakin Sadar Pentingnya Gaya Hidup Sehat )
Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dianggap temperamental seperti cepat frustrasi, lebih rentan terhadap suasana hati yang berfluktuasi daripada yang lain. Mereka sangat rentan terhadap pengembangan kebiasaan makan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan kesulitan dengan makanan dan memakan.
Mereka memilih makan emosional lebih banyak dari waktu ke waktu, lebih cenderung makan karena makanan tersedia, meskipun mereka mungkin kenyang, dan mereka menjadi pemakan makanan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Anak-anak dengan temperamen ini juga menunjukkan emosi yang berlebihan di kemudian hari, yakni lebih cenderung makan lebih sedikit ketika mereka sedih, gelisah, takut, atau marah.
"Penting untuk membangun kebiasaan makan yang baik selama masa kanak-kanak karena kita sering membawa kebiasaan ini bersama kita ke masa remaja dan dewasa. Kebiasaan makan yang baik penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan makanan dan makan, dan untuk menghindari kelebihan berat badan," kata para peneliti seperti dilansir Times Now News.
(Baca juga: Akibat Pandemi, Kaum Ibu Semakin Sadar Pentingnya Gaya Hidup Sehat )
Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dianggap temperamental seperti cepat frustrasi, lebih rentan terhadap suasana hati yang berfluktuasi daripada yang lain. Mereka sangat rentan terhadap pengembangan kebiasaan makan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan kesulitan dengan makanan dan memakan.
Mereka memilih makan emosional lebih banyak dari waktu ke waktu, lebih cenderung makan karena makanan tersedia, meskipun mereka mungkin kenyang, dan mereka menjadi pemakan makanan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Anak-anak dengan temperamen ini juga menunjukkan emosi yang berlebihan di kemudian hari, yakni lebih cenderung makan lebih sedikit ketika mereka sedih, gelisah, takut, atau marah.
"Penting untuk membangun kebiasaan makan yang baik selama masa kanak-kanak karena kita sering membawa kebiasaan ini bersama kita ke masa remaja dan dewasa. Kebiasaan makan yang baik penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan makanan dan makan, dan untuk menghindari kelebihan berat badan," kata para peneliti seperti dilansir Times Now News.
Lihat Juga :