Kolaborasi Citra Sinema dan MD Pictures Hadirkan Film Naga Naga Naga
Jum'at, 22 April 2022 - 22:05 WIB
Baca Juga: Film-film India yang Mengingatkan Kita pada Kebesaran Industri Film Bollywood
Aktor senior kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955 ini pun menjelaskan alasan meminang Manoj Punjabi sebagai partner untuk merilis Naga Naga Naga di jaringan bioskop dimana era kemajuan teknologi informasi saat ini, kolaborasi adalah kunci. Naga Naga Naga adalah kolaborasi dan sinergi antara Citra Sinema dan MD Pictures.
“Saya cocok bekerja sama karena memiliki visi bahwa film harus beragam. Berbeda tidak harus bermusuhan, bisa bekerja sama dan mengembangkan keragaman. Inilah kekuatan Indonesia Kami memilih MD Pictures sebagai mitra dan bersinergi demi tujuan yang lebih tinggi. Semoga kerjasama kreatif ini akan memberi manfaat bagi kemajuan perfilman Indonesia,” ujar Deddy Mizwar.
Dalam kesempatan yang sama, Manoj Punjabi dari pihak MD Pictures yang berkali mencetak box office tersanjung dipinang seniman lintas generasi. Ia ingat, kali pertama Nagabonar Menyapa bioskop usianya baru 15 tahun. Dibesarkan oleh keluarga pecinta film, Manoj Punjabi jatuh hati pada tema dan kualitas Naga Bonar (1987) yang kala film itu tayang masih duduk di bangku SMA. “Kami menonton dan suka. Tapi pas Nagabonar Jadi 2, lebih relatable. Karakternya sesuai dengan saya. Nasionalismenya tinggi, kuat, dan semuanya lengkap,”
Manoj Punjabi menyebutkan bahwa Nagabonar sebagai intellectual property yang mesti dirawat. “Saya tahu, itu (istilahnya) saya mau banting kepala apapun, MD nggak mungkin bisa produksi dan kita harus tahu kelebihan satu sama lain. Penting sekali kolaborasi ini karena ada value besar. Buat saya ini IP besar sekali,” ulasnya.
Aktor senior kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955 ini pun menjelaskan alasan meminang Manoj Punjabi sebagai partner untuk merilis Naga Naga Naga di jaringan bioskop dimana era kemajuan teknologi informasi saat ini, kolaborasi adalah kunci. Naga Naga Naga adalah kolaborasi dan sinergi antara Citra Sinema dan MD Pictures.
“Saya cocok bekerja sama karena memiliki visi bahwa film harus beragam. Berbeda tidak harus bermusuhan, bisa bekerja sama dan mengembangkan keragaman. Inilah kekuatan Indonesia Kami memilih MD Pictures sebagai mitra dan bersinergi demi tujuan yang lebih tinggi. Semoga kerjasama kreatif ini akan memberi manfaat bagi kemajuan perfilman Indonesia,” ujar Deddy Mizwar.
Dalam kesempatan yang sama, Manoj Punjabi dari pihak MD Pictures yang berkali mencetak box office tersanjung dipinang seniman lintas generasi. Ia ingat, kali pertama Nagabonar Menyapa bioskop usianya baru 15 tahun. Dibesarkan oleh keluarga pecinta film, Manoj Punjabi jatuh hati pada tema dan kualitas Naga Bonar (1987) yang kala film itu tayang masih duduk di bangku SMA. “Kami menonton dan suka. Tapi pas Nagabonar Jadi 2, lebih relatable. Karakternya sesuai dengan saya. Nasionalismenya tinggi, kuat, dan semuanya lengkap,”
Manoj Punjabi menyebutkan bahwa Nagabonar sebagai intellectual property yang mesti dirawat. “Saya tahu, itu (istilahnya) saya mau banting kepala apapun, MD nggak mungkin bisa produksi dan kita harus tahu kelebihan satu sama lain. Penting sekali kolaborasi ini karena ada value besar. Buat saya ini IP besar sekali,” ulasnya.
Lihat Juga :