Studi Terbaru: Pasien Long Covid-19 Alami Masalah Psikologi, 2 Gejala Ini Bertahan hingga 9 Bulan
Senin, 16 Mei 2022 - 11:35 WIB
Baca Juga: Waspada Fenomena Long COVID-19, Berikut Penjelasan PDPI
Dalam penelitiannya, para peneliti menemukan wanita lebih persistensi (penyakit kronis jangka panjang) selama hari ke 28 dan bulan kesembilan merupakan prediktor untuk tekanan psikologis.
Di sisi lain, Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Vensya Sitohang mengatakan Pandemi Covid-19 memberikan dampak di masyarakat. Pada sebagian orang, mengalami masalah gangguan mental neurologis dan juga penggunaan zat.
“Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa,” kata drg Vensya dalam laman resmi Kemenkes, Senin (16/5/2022).
Angka prevalensinya meningkat 1 sampai 2 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Kelompok yang terpapar dengan gangguan jiwa pun berbeda-beda.
Dalam penelitiannya, para peneliti menemukan wanita lebih persistensi (penyakit kronis jangka panjang) selama hari ke 28 dan bulan kesembilan merupakan prediktor untuk tekanan psikologis.
Di sisi lain, Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Vensya Sitohang mengatakan Pandemi Covid-19 memberikan dampak di masyarakat. Pada sebagian orang, mengalami masalah gangguan mental neurologis dan juga penggunaan zat.
“Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa,” kata drg Vensya dalam laman resmi Kemenkes, Senin (16/5/2022).
Angka prevalensinya meningkat 1 sampai 2 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Kelompok yang terpapar dengan gangguan jiwa pun berbeda-beda.
(hri)
Lihat Juga :