10 Anime yang Pasti Jelek kalau Dijadikan Film Live-Action

Kamis, 19 Mei 2022 - 19:19 WIB
Film live-action Bleach adalah dongeng peringatan atas apa yang terjadi kalau ada yang berusaha membuat film live-action Fairy Tail. Serial ini tidak punya lini plot pusat. Jadi, sebuah film live-action hanya akan berfokus pada satu potongan kecil dari gambar yang lebih besar.

3. That Time I Got Reincarnated as a Slime



Anime ini adalah salah satu anime isekai terbaik yang pernah ada. Sementara ada banyak film animasinya, film versi live-action anime ini jelas akan gagal. Salah satunya, memfokuskan plot anime ini dalam satu film nyaris mustahil.

Sebagian besar karakternya adalah makhluk fantasi. Mereka antara lain raksasa ala jepang, serigala raksasa, goblin, manusia kadal, dan iblis. Ini tidak akan bekerja dengan baik di live-action. Teorinya, anime ini akan lebih baik jadi Pixar karena elemen fantasi di dalamnya.

2. Welcome to Demon School, Iruma-Kun!



Serial anime ini sangat bergantung pada desain karakter fantasi dan supranatural yang harus diterjemahkan dengan baik ke live-action. Sekali lagi, hampir semua di serial ini akan jadi CGI di film live-action. Itu artinya, animasi Pixar akan jadi rute lebih baik bagi sebuah remake film.

Anime ini tidak punya banyak plot sentral. Sebuah film hipotesis akan mengharuskan mereka membuat plot token, yang bakal mengecewakan penggemar. Selain itu, akan sulit mewujudkan karakter iblis humanoid ini ke bentuk yang meyakinkan.

Baca Juga: 10 Karakter Penjahat Anime yang Turut Menyelamatkan Hari

1. Azumanga Daioh!



Dari sudut pandang logika, serial anime rom-com dan SMA gampang dibuat ke versi live-action karena desain karakter dan setting-nya yang biasa-biasa saja. Di serial ini, tidak ada iblis, Quirks, atau kutukan. Tapi, plotnya yang panjang akan menjadikan adaptasi live-action-nya jadi bencana.

Sementara, anime ini punya sederet karakter yang menyenangkan dan humor yang solid, serial ini lebih seperti comic strip panjang ketimbang cerita kohesif dengan tujuan yang jelas. Itu artinya masalah bagi versi live-action potensialnya. Atau setidaknya, film live-action dengan plotnya sendiri akan terasa mubazir dengan materi aslinya, yang punya cukup lini cerita. Menariknya, pernah ada hoaks film live-action serial ini.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!