Jangan Anggap Sepele Dampak Game, Orang Tua Harus Lebih Mewaspadai Anak-anaknya
Jum'at, 20 Mei 2022 - 03:47 WIB
Melihat fenomena itu, psikolog klinis Meity Arianty mengatakan, umumnya game dimainkan orang dewasa karena dianggap sudah mampu memilah, serta mengontrol diri yang menjadikan permainan virtual tersebut sebagai hiburan.
Sayangnya, faktanya saat ini, game yang diperuntukkan orang dewasa itu justru banyak dimainkan remaja bahkan anak-anak.
"Banyak hal yang membuat hal tersebut terjadi. Selain karena anak sekarang lebih mudah mengakses teknologi, namun biasanya yang sering terjadi adalah karena lengahnya pengawasan orangtua," paparnya saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
Pada dasarnya, menurut dia, peran orang tua memang sudah melakukan hal semaksimal mungkin, yakni dalam mengawasi anak-anaknya. Hanya sangat disayangkan, jika ada orang tua yang memberikan kelonggaran kepada anaknya bermain game, dengan alasan sebagai hiburan atau media mengekspresikan diri.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan tanpa diimbangi pengawasan yang maksimal, dan seringkali orang tua menganggap sepele akan dampak game. Namun jika sudah terjadi sesuatu kepada anaknya orang tua akhirnya bingung, marah dan malah menyalahkan.
Meity menambahkan bahwa game dapat menjadi hiburan dan bermanfaat jika ditempatkan sesuai porsinya. Misalnya, anak dapat belajar bahasa Inggris melalui game, koordinasi tangan dan mata, belajar kompetisi, menumbuhkan motivasi dan dapat menjadi proses belajar bagi anak.
Sayangnya, faktanya saat ini, game yang diperuntukkan orang dewasa itu justru banyak dimainkan remaja bahkan anak-anak.
"Banyak hal yang membuat hal tersebut terjadi. Selain karena anak sekarang lebih mudah mengakses teknologi, namun biasanya yang sering terjadi adalah karena lengahnya pengawasan orangtua," paparnya saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
Pada dasarnya, menurut dia, peran orang tua memang sudah melakukan hal semaksimal mungkin, yakni dalam mengawasi anak-anaknya. Hanya sangat disayangkan, jika ada orang tua yang memberikan kelonggaran kepada anaknya bermain game, dengan alasan sebagai hiburan atau media mengekspresikan diri.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan tanpa diimbangi pengawasan yang maksimal, dan seringkali orang tua menganggap sepele akan dampak game. Namun jika sudah terjadi sesuatu kepada anaknya orang tua akhirnya bingung, marah dan malah menyalahkan.
Meity menambahkan bahwa game dapat menjadi hiburan dan bermanfaat jika ditempatkan sesuai porsinya. Misalnya, anak dapat belajar bahasa Inggris melalui game, koordinasi tangan dan mata, belajar kompetisi, menumbuhkan motivasi dan dapat menjadi proses belajar bagi anak.
Lihat Juga :