Wabah Cacar Monyet Dikaitkan dengan LGBT, IDI: Bukan Penyakit Gay

Senin, 23 Mei 2022 - 11:46 WIB
Wabah cacar monyet dikaitkan dengan LGBT. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI Prof, Dr. Zubairi Djoerban mengatakan penyakit ini bukan dari kelompok gay. Foto/Getty Images
JAKARTA - Wabah cacar monyet yang tengah menyebar luas di Eropa, Amerika Serikat hingga Australia dikaitkan dengan LGBT . Terkait isu tersebut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM mengatakan penyakit ini bukan dari kelompok gay .

"Bukan penyakit gay," tulis Prof Zubairi dikutip dari akun Twitter pribadinya, Senin (23/5/2022).

Dalam cuitannya, Prof Zubairi juga menjelaskan seberapa parah cacar monyet yang telah menyebar di 12 negara dengan 92 kasus. Berdasarkan penuturan Prof Zubairi, penyakit ini memiliki tingkat kematian 1 persen dan penderita bisa pulih dalam 2 hingga 4 pekan.

"Seberapa bahaya cacar monyet yang telah tersebar di 12 negara dengan 92 kasus: tingkat kematian 1 persen, kebanyakan pulih dalam 2-4 pekan," tulis prof Zubairi.

Baca Juga: Ahli Duga Cacar Monyet Menyebar di Eropa Akibat Vaksin yang Dihentikan



"Tidak semudah penularan virus SARS-CoV-2, menyebar melalui lesi, respiratory droplets dan benda yang terkontaminasi," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!