Waspadai Gigitan Nyamuk DBD Pagi dan Sore Hari saat Pandemi Covid-19

Selasa, 23 Juni 2020 - 17:31 WIB
Berbeda dengan gejala COVID-19 yang saat ini masih terjadi penularan, dr. Mulya mengungkapkan pada kasus penyakit akibat virus corona baru lebih pada sistem saluran napas atas. Sedangkan gejala pada DBD, berupa demam dan pendarahan kulit yang perlu diwaspadai, seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar.

Adapun gejala penderita DBD biasanya mengalami panas mendadak, disertai muka merah pada beberapa kasus, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, muntah hingga disertai pendarahan.

"Itu yang tidak ada pada COVID, pendarahan spontan, mimisan, gusi berdarah, atau timbul bintik-bintik merah di kulit, itu bisa terjadi. Jadi, kalau hari ketiga dia kurang minum, akhirnya pasti ada gejala-gejala tanda bahaya. Warning sign kita sebutnya," terang dia.

Panas tinggi menunjukkan infeksi virus tinggi di dalam tubuh pasien. Dalam hal ini, suhu badan bisa mencapai 40 derajat Celcius. Gejala lain DBD yang perlu diwaspadai berupa sakit perut, letargi atau lemas, pendarahan spontan, pembesaran perut dan hati, serta penumpukan cairan.

Pasien yang mengalami kondisi tersebut bisa berdampak pada fase kritis. "Nah, kalau demam 2 sampai 3 hari tidak membaik, segera ke rumah sakit," tutup Dokter Mulya.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!