Rumah Tangga Harmonis dengan Menerapkan Rumus Matematika Cinta 5:1

Selasa, 07 Juni 2022 - 18:00 WIB
Rani Hasyim menyampaikan bahwa dalam sebuah hubungan, komunikasi mempunyai peran yang sangat penting. Apakah komunikasi dalam bentuk verbal atau non-verbal, semua tergantung masing-masing pasangan.

“Dari sebuah komunikasi pesan, ide atau gagasan dari satu pihak ke pihak lain akan tersampaikan. Caranya verbal atau non-verbal, itu juga tergantung kebiasaannya saja," kata Rina.

"Contoh secara verbalnya begini. Suami menyapa dengan kata-kata, ‘sayang ambilin abang minum ya’. Tentu akan berbeda kalau dengan kalimat, 'eh ambilin dong minumnya'. Energi yang keluar dari kedua kalimat ini berbeda bukan? Makanya Rasulullah mengingatkan laki-laki yang baik itu adalah seperti aku, yang sayang kepada keluarganya. Bahkan Rasulullah saja punya panggilan sayang untuk istrinya, Aisyah. Beliau kerap memanggil dengan nama Humairah,” tambahnya.

Kemudian komunikasi secara non-verbal, contohnya seseorang ngobrol dengan pasangan sambil menonton televisi atau smartphone. Tidak ada saling menatap penuh kasih sayang.

“Atau bahkan yang lebih parah, ngobrol dengan pasangan sambil berdecak. Sayang, ayo kita ke pasar yuk. Lalu dijawab sambil berdecak dengan mengeluarkan suara penolakan. Nah, ini menjadi 1 poin negatif yang diterima oleh pasangan Anda,” lanjut Rani.

Di saat kedua belah pihak tidak menyadari hal tersebut, maka pernikahan hanya tinggal menunggu waktu 7-9 bulan. Kalau pun tidak terjadi perceraian, maka rumah tangga akan berubah seperti neraka. Pertimbangan untuk mempertahankan tidak lebih demi menjaga perasaan anak-anak. Padahal apabila kedua orangtua sudah tidak harmonis, anak-anak akan tetap mengetahuinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!