Waspada! Cacar Monyet Tembus 1.000 Kasus Global, Ini Saran Ahli
Rabu, 08 Juni 2022 - 10:43 WIB
Dilansir dari CNBC, Rabu (8/6/2022) sampai saat ini, cacar monyet diperkirakan berasal dari jenis virus Afrika Barat. Di mana virus ini menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian lain dan memiliki tingkat kematian 1 persen.
Namun, CDC mengatakan setidaknya dua varian cacar monyet yang berbeda secara genetik saat ini beredar di AS, menambah kebingungan para ahli kesehatan. AS sejauh ini telah melaporkan total 30 kasus cacar monyet.
Wakil direktur divisi patogen dan patologi konsekuensi tinggi CDC, Jennifer McQuiston mengatakan kemungkinan kedua jenis virus itu berasal dari dua contoh berbeda. Di mana virus telah menyebar dari hewan ke manusia di Afrika, sebelum menyebar melalui kontak orang ke orang.
Spesialis penyakit menular di Sheba Medical Center di Israel, Profesor Eyal Leshem menjelaskan penyebaran virus ke negara-negara nonendemik tidak mengejutkan mengingat frekuensi dan kemudahan perjalanan internasional, serta peningkatan interaksi antara manusia dan hewan.
Baca Juga: Ahli Peringatkan Cacar Monyet Mematikan dan Sebabkan Cacat Permanen
“Penyakit yang menyebar secara lokal sekarang dapat menyebar ke seluruh negara dan benua dengan lebih mudah. Sementara itu, interaksi antara manusia dan hewan juga semakin meningkat,” jelas Leshem.
“Perubahan iklim telah memaksa beberapa hewan untuk melakukan kontak lebih dekat dengan manusia, Anda akan melihat lebih banyak jenis penyakit ini,” tambahnya.
Namun, CDC mengatakan setidaknya dua varian cacar monyet yang berbeda secara genetik saat ini beredar di AS, menambah kebingungan para ahli kesehatan. AS sejauh ini telah melaporkan total 30 kasus cacar monyet.
Wakil direktur divisi patogen dan patologi konsekuensi tinggi CDC, Jennifer McQuiston mengatakan kemungkinan kedua jenis virus itu berasal dari dua contoh berbeda. Di mana virus telah menyebar dari hewan ke manusia di Afrika, sebelum menyebar melalui kontak orang ke orang.
Spesialis penyakit menular di Sheba Medical Center di Israel, Profesor Eyal Leshem menjelaskan penyebaran virus ke negara-negara nonendemik tidak mengejutkan mengingat frekuensi dan kemudahan perjalanan internasional, serta peningkatan interaksi antara manusia dan hewan.
Baca Juga: Ahli Peringatkan Cacar Monyet Mematikan dan Sebabkan Cacat Permanen
“Penyakit yang menyebar secara lokal sekarang dapat menyebar ke seluruh negara dan benua dengan lebih mudah. Sementara itu, interaksi antara manusia dan hewan juga semakin meningkat,” jelas Leshem.
“Perubahan iklim telah memaksa beberapa hewan untuk melakukan kontak lebih dekat dengan manusia, Anda akan melihat lebih banyak jenis penyakit ini,” tambahnya.
Lihat Juga :