CERMIN: Sepanjang Jalan Kenangan 'One for the Road'
Sabtu, 11 Juni 2022 - 08:13 WIB
Aaod masih berusia 30-an dan terkena kanker. Ia tak mempermasalahkan penyakitnya, tapi ia risau dengan satu hal: ia harus berdamai dengan para mantan yang pernah disakitinya.
Foto: GDH 559
Selama hidup, berapa kali kita menjalin kasih? Sekali, dua kali, lima kali atau lebih dari 10 kali? Berapa banyak di antaranya yang bertahan dan berapa banyak di antaranya yang meninggalkan luka? Berapa banyak dari kita yang berbesar hati menemui para mantan ini setelah bertahun-tahun dan meminta dimaafkan?
Tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Yang ingin meninggalkan dunia tanpa meninggalkan luka bagi lainnya. Tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Yang rela menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk meminta maaf itu.
Dalam usia 20-an, kita akan banyak sekali membuat kesalahan. Ketika menjalin hubungan, semakin sering hubungan itu terjalin, semakin besar pula kemungkinan kita menyakiti orang lain. Kita tahu itu. Yang tak pernah kita tahu dan bayangkan adalah sebuah kejadian besar yang membuat kita mencoba berdamai dengan masa lalu.
Mungkin tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Mungkin lebih banyak dari kita yang seperti Boss. Yang rela terbang jauh dari Amerika untuk menemani sahabatnya menyusuri kota demi kota di Thailand. Yang bisa begitu saja meminggirkan segala rutinitasnya untuk menemani sahabatnya meminta maaf demi maaf.
Foto: GDH 559
Aaod pasti tak menduga ia akan melakukan perjalanan itu. Ia juga tak menduga Boss akan datang begitu saja. Hidup memang sering tak terduga. Perjalanan keduanya juga menyisakan pertanyaan besar bagi keduanya: mampukah mereka saling memaafkan?
Meminta maaf. Memaafkan. Dua hal dalam hidup yang bisa begitu rumit ketika usia kita terus beranjak dewasa. Ketika masih kanak-kanak, kita begitu mudah bermusuhan dan menyakiti, tapi juga begitu gampang meminta maaf dan melupakannya. Dan hidup memang bisa begitu rumitnya ketika soal meminta maaf dan memaafkan ini berhadapan dengan ego masing-masing.
Foto: GDH 559
Selama hidup, berapa kali kita menjalin kasih? Sekali, dua kali, lima kali atau lebih dari 10 kali? Berapa banyak di antaranya yang bertahan dan berapa banyak di antaranya yang meninggalkan luka? Berapa banyak dari kita yang berbesar hati menemui para mantan ini setelah bertahun-tahun dan meminta dimaafkan?
Tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Yang ingin meninggalkan dunia tanpa meninggalkan luka bagi lainnya. Tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Yang rela menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk meminta maaf itu.
Dalam usia 20-an, kita akan banyak sekali membuat kesalahan. Ketika menjalin hubungan, semakin sering hubungan itu terjalin, semakin besar pula kemungkinan kita menyakiti orang lain. Kita tahu itu. Yang tak pernah kita tahu dan bayangkan adalah sebuah kejadian besar yang membuat kita mencoba berdamai dengan masa lalu.
Mungkin tak banyak dari kita yang seperti Aaod. Mungkin lebih banyak dari kita yang seperti Boss. Yang rela terbang jauh dari Amerika untuk menemani sahabatnya menyusuri kota demi kota di Thailand. Yang bisa begitu saja meminggirkan segala rutinitasnya untuk menemani sahabatnya meminta maaf demi maaf.
Foto: GDH 559
Aaod pasti tak menduga ia akan melakukan perjalanan itu. Ia juga tak menduga Boss akan datang begitu saja. Hidup memang sering tak terduga. Perjalanan keduanya juga menyisakan pertanyaan besar bagi keduanya: mampukah mereka saling memaafkan?
Meminta maaf. Memaafkan. Dua hal dalam hidup yang bisa begitu rumit ketika usia kita terus beranjak dewasa. Ketika masih kanak-kanak, kita begitu mudah bermusuhan dan menyakiti, tapi juga begitu gampang meminta maaf dan melupakannya. Dan hidup memang bisa begitu rumitnya ketika soal meminta maaf dan memaafkan ini berhadapan dengan ego masing-masing.
Lihat Juga :