CERMIN: Barry adalah Kita
Rabu, 29 Juni 2022 - 15:00 WIB
Foto: HBO GO
Tapi menjadi aktor berarti membuka lapis demi lapis dari kehidupan pribadinya kepada orang lain untuk memperkaya karakter yang akan dimainkannya. Apa yang harus dilakukannya?
Pada masa ketika media sosial menjelma menjadi semacam medium eksibisionisme, sosok Barry tentu bukan favorit. Ia menolak untuk berbagi bagian dari kehidupan ganda yang dijalaninya. Ia memilih hanya menunjukkan bagian dari kehidupan yang diinginkannya: menjadi seorang aktor.
Namun bukankah kita semua demikian? Kita menyunting hidup kita di media sosial, hanya memperlihatkan bagian-bagian terbaik dan menyembunyikan borok-boroknya rapat-rapat. Kita menjelma menjadi seorang serbasempurna dengan kehidupan pernikahan bahagia, anak-anak yang menyenangkan, pekerjaan yang stabil, sambil sesekali pelesir dan berbelanja di tempat yang wah.
Sosok Barry, yang bisa ditonton dalam serial Barryyang tayang di HBO GO, bukan hanya ingin menyunting hidupnya, tapi ia ingin melenyapkan masa lalunya. Membuangnya jauh-jauh. Mengubur identitas Barry Brekman dan menjelma menjadi Barry Block seutuhnya. Seseorang yang menyenangkan, selalu supportif, dan punya kehidupan normal. Tapi apakah normal itu?
Bagi sebagian orang, menjadi normal adalah sekolah, kuliah, bekerja, berkeluarga dan memiliki anak. Barry sebagaimana saya adalah sedikit dari mereka yang berada di luar “pengertian” itu.
Foto: HBO GO
Saya memiliki anak di usia 32 secara tak terduga. Saya hampir percaya hidup saya akan berakhirdalam usia 40. Tapi pada akhirnya, bagi orang-orang seperti Barry dan saya, normal selalu bisa didefinisikan masing-masing.
Saya percaya pada kesempatan kedua, sebagaimana Barry. Ia mati-matian mempercayai itu dan rela membuang “kariernya sebagai pembunuh profesional” begitu saja.
Pada akhirnya ia juga ingin dilihat normal sebagai orang-orang pada umumnya. Tapi bisa saja Barry tak akan pernah normal sebagaimana ukuran mayoritas orang-orang, sebagaimana juga saya dan yang membaca tulisan ini.
Lihat Juga :