6 Risiko Cedera yang Kerap Terjadi dalam Bulu Tangkis, Wajib Tahu agar Terhindar
Kamis, 30 Juni 2022 - 13:21 WIB
Dalam kesempatan ini, dr. Antonius juga memaparkan beberapa jenis cedera yang mungkin terjadi saat main bulu tangkis. Hal ini perlu diketahui agar kita bisa lebih mawas diri.
1. Cedera Bahu
Menurut dr. Antonius, penyebab cedera bahu adalah gerakan overhead atau mengayun yang cepat dan berulang. Tipe cedera bahu pada pemain bulu tangkis adalah overuse injury, disebabkan karena gerakan sendi bahu yang berulang.
"Kondisi ini akan menyebabkan otot-otot bahu kelelahan dan mengakibatkan stabilitas sendi bahu menurun. Tendonitis rotator cuff atau tendinopathy adalah kondisi cedera bahu tersering pada pemain bulu tangkis," ungkapnya.
2. Cedera Engkel
Penyebab cedera engkel atau sering disebut ankle sprain (pergelangan kaki terkilir) adalah akibat gerakan-gerakan berubah arah dalam waktu yang cepat serta gerakan melompat dan mendarat saat melakukan jumping smash.
Faktor risiko cedera pergelangan kaki bisa berasal dari internal dan eksternal. Faktor internal, misalnya kelelahan saat bermain sehingga membuat keseimbangan menjadi terganggu dan pergelangan kaki kemudian terkilir.
Sementara itu, faktor eksternal biasanya disebabkan karena kondisi lapangan yang licin atau karena penggunaan sepatu yang tidak tepat sehingga membuat cedera pada engkel.
3. Cedera Lutut
Jenis cedera lutut yang paling sering terjadi pada olahraga bulu tangkis adalah cedera jumper's knee atau patella tendinitis yang diakibatkan gerakan melompat dan mendarat berulang dan gerakan lunges yang berulang.
"Gerakan melompat dan mendarat serta gerakan lunges memberikan beban yang cukup besar pada tendon sendi lutut sehingga menyebabkan cedera lutut," terang dr. Antonius.
1. Cedera Bahu
Menurut dr. Antonius, penyebab cedera bahu adalah gerakan overhead atau mengayun yang cepat dan berulang. Tipe cedera bahu pada pemain bulu tangkis adalah overuse injury, disebabkan karena gerakan sendi bahu yang berulang.
"Kondisi ini akan menyebabkan otot-otot bahu kelelahan dan mengakibatkan stabilitas sendi bahu menurun. Tendonitis rotator cuff atau tendinopathy adalah kondisi cedera bahu tersering pada pemain bulu tangkis," ungkapnya.
2. Cedera Engkel
Penyebab cedera engkel atau sering disebut ankle sprain (pergelangan kaki terkilir) adalah akibat gerakan-gerakan berubah arah dalam waktu yang cepat serta gerakan melompat dan mendarat saat melakukan jumping smash.
Faktor risiko cedera pergelangan kaki bisa berasal dari internal dan eksternal. Faktor internal, misalnya kelelahan saat bermain sehingga membuat keseimbangan menjadi terganggu dan pergelangan kaki kemudian terkilir.
Sementara itu, faktor eksternal biasanya disebabkan karena kondisi lapangan yang licin atau karena penggunaan sepatu yang tidak tepat sehingga membuat cedera pada engkel.
3. Cedera Lutut
Jenis cedera lutut yang paling sering terjadi pada olahraga bulu tangkis adalah cedera jumper's knee atau patella tendinitis yang diakibatkan gerakan melompat dan mendarat berulang dan gerakan lunges yang berulang.
"Gerakan melompat dan mendarat serta gerakan lunges memberikan beban yang cukup besar pada tendon sendi lutut sehingga menyebabkan cedera lutut," terang dr. Antonius.
Lihat Juga :