Hakuhudo Rilis Perubahan Gaya Hidup Masyarakat ASEAN
Jum'at, 26 Juni 2020 - 11:55 WIB
Warga memakai masker di Stasiun Shinagawa seusai pulang bekerja, Tokyo, Jepang, kemarin. Foto/Reuters
Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN), institusi di bawah naungan salah satu perusahaan periklanan terbesar di Jepang, Hakuhodo Inc menginfokan penelitian menggali kesadaran dan perilaku masyarakat ASEAN akan gaya hidup dan pilihan mereka, yang memengaruhi aspek sosial dan lingkungan.
Temuan ini menjadi petunjuk berbasis fakta yang sangat bermanfaat untuk membantu brand dari produk-produk konsumen di berbagai negara ASEAN dalam meredefinisikan dirinya, membubuhkan nilai tambah sosial dan lingkungan, serta memperkuat strategi pemasarannya, yang tentunya diperkuat dengan keunggulan manajemen dan solusi unik dari Hakuhodo. HILL ASEAN sendiri memiliki misi dan komitmen untuk selalu mendukung kegiatan pemasaran perusahaan-perusahaan di ASEAN.
“Melalui penelitian ini, kami mengidentifikasi tindakan-tindakan nyata dari Conscious Lifestyle yang diperlihatkan oleh masyarakat ASEAN. Kami menggunakan 3 (tiga) jenis pendekatan penelitian, yaitu metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 4.500 orang, metode kualitatif dengan sampel sebanyak 24 orang, dan melakukan wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader (KOL),” jelas Devi Attamimi, Institute Director, HILL ASEAN dan Executive Director Strategy, Hakuhodo International Indonesia yang tampil sebagai salah satu pembicara utama di Forum HILL ASEAN tahun ini. (Baca: Gadis Cantik DItembak Mati Ayahnya: 'Bayangkan Ayah Bunuh Putrinya Tanpa Berkedip')
Devi juga mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN memiliki 55 poin lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat Jepang yang 40% di antaranya saat ini sudah memahami istilah Conscious Lifestyle dan 25% di antaranya benar-benar melakukan tindakan nyata di dalam kehidupannya sehari-hari.
“Angka yang lebih menggembirakan tampak pada profil Indonesia, dimana 92% masyarakat kita telah mengetahui istilah Conscious Lifestyle dan bahkan 93% di antaranya telah mengaplikasikannya dalam kehidupannya. Masyarakat Indonesia sudah mulai sadar membawa tumbler dan tas sendiri untuk membawa belanjaanya,” imbuhnya.
Masyarakat Jepang, sebagaimana disoroti dalam laporan ini, memiliki kebiasaan memisahkan limbah dan melakukan daur ulang yang sudah melekat dalam aksi mereka sehari-hari sejak lama. Sementara masyarakat ASEAN pada umumnya menunjukkan kemajuan kesadaran yang sangat pesat akan gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan ini. (Lihat videonya: Rapid Test Reaktif, Warga Isolasi Diri di Tengah Pekuburan di Sragen)
Temuan ini menjadi petunjuk berbasis fakta yang sangat bermanfaat untuk membantu brand dari produk-produk konsumen di berbagai negara ASEAN dalam meredefinisikan dirinya, membubuhkan nilai tambah sosial dan lingkungan, serta memperkuat strategi pemasarannya, yang tentunya diperkuat dengan keunggulan manajemen dan solusi unik dari Hakuhodo. HILL ASEAN sendiri memiliki misi dan komitmen untuk selalu mendukung kegiatan pemasaran perusahaan-perusahaan di ASEAN.
“Melalui penelitian ini, kami mengidentifikasi tindakan-tindakan nyata dari Conscious Lifestyle yang diperlihatkan oleh masyarakat ASEAN. Kami menggunakan 3 (tiga) jenis pendekatan penelitian, yaitu metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 4.500 orang, metode kualitatif dengan sampel sebanyak 24 orang, dan melakukan wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader (KOL),” jelas Devi Attamimi, Institute Director, HILL ASEAN dan Executive Director Strategy, Hakuhodo International Indonesia yang tampil sebagai salah satu pembicara utama di Forum HILL ASEAN tahun ini. (Baca: Gadis Cantik DItembak Mati Ayahnya: 'Bayangkan Ayah Bunuh Putrinya Tanpa Berkedip')
Devi juga mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN memiliki 55 poin lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat Jepang yang 40% di antaranya saat ini sudah memahami istilah Conscious Lifestyle dan 25% di antaranya benar-benar melakukan tindakan nyata di dalam kehidupannya sehari-hari.
“Angka yang lebih menggembirakan tampak pada profil Indonesia, dimana 92% masyarakat kita telah mengetahui istilah Conscious Lifestyle dan bahkan 93% di antaranya telah mengaplikasikannya dalam kehidupannya. Masyarakat Indonesia sudah mulai sadar membawa tumbler dan tas sendiri untuk membawa belanjaanya,” imbuhnya.
Masyarakat Jepang, sebagaimana disoroti dalam laporan ini, memiliki kebiasaan memisahkan limbah dan melakukan daur ulang yang sudah melekat dalam aksi mereka sehari-hari sejak lama. Sementara masyarakat ASEAN pada umumnya menunjukkan kemajuan kesadaran yang sangat pesat akan gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan ini. (Lihat videonya: Rapid Test Reaktif, Warga Isolasi Diri di Tengah Pekuburan di Sragen)
Lihat Juga :