Penanganan Masalah Rokok Butuh Kebijakan Berbasis Riset dan Kesadaran Masyarakat
Senin, 11 Juli 2022 - 16:45 WIB
Penanganan masalah rokok memerlukan kesadaran masyarakat dan kebijakan tepat dengan perumusan yang berdasarkan dari hasil kajian ilmiah. Foto/Ilustrasi/Antara
JAKARTA - Penanganan masalah rokok memerlukan kesadaran masyarakat dan kebijakan tepat dengan perumusan yang berdasarkan dari hasil kajian ilmiah. Salah satu metode yang bisa diterapkan dan diteliti lebih jauh adalah pengurangan bahaya melalui produk tembakau alternatif.
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo menekankan pentingnya kajian ilmiah terkait pengurangan bahaya rokok guna membantu pemerintah menjawab permasalahan rokok yang belum terselesaikan hingga saat ini. Hal tersebut dikarenakan strategi kebijakan yang dinilai belum berkembang.
“Penurunan prevalensi perokok dewasa dapat dilakukan dengan cara mempertimbangkan hasil kajian ilmiah terkini, khususnya dari dalam negeri,” kata Bimmo, Senin (11/7/2022).
Salah satu fokus yang bisa dikaji dalam upaya pengurangan bahaya rokok ini adalah produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun kantong nikotin. Dalam kajian yang dilakukan bersama mitranya, KABAR menemukan bahwa profil risiko produk tembakau alternatif lebih rendah bila dibandingkan dengan rokok.
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo menekankan pentingnya kajian ilmiah terkait pengurangan bahaya rokok guna membantu pemerintah menjawab permasalahan rokok yang belum terselesaikan hingga saat ini. Hal tersebut dikarenakan strategi kebijakan yang dinilai belum berkembang.
“Penurunan prevalensi perokok dewasa dapat dilakukan dengan cara mempertimbangkan hasil kajian ilmiah terkini, khususnya dari dalam negeri,” kata Bimmo, Senin (11/7/2022).
Salah satu fokus yang bisa dikaji dalam upaya pengurangan bahaya rokok ini adalah produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun kantong nikotin. Dalam kajian yang dilakukan bersama mitranya, KABAR menemukan bahwa profil risiko produk tembakau alternatif lebih rendah bila dibandingkan dengan rokok.
Lihat Juga :