Mengenal Operasi Bariatrik, Bedah Turunkan Berat Badan yang Dijalani Melly Goeslaw

Minggu, 17 Juli 2022 - 17:55 WIB
Tidak didapatkan secara instan , melainkan harus melakukan diet sehat dan rajin berolahraga. "Sementara operasi bariatrik dapat menawarkan banyak manfaat, semua bentuk operasi penurunan berat badan adalah prosedur dapat menimbulkan risiko dan efek samping yang serius. Juga, harus membuat perubahan sehat permanen pada diet dan berolahraga secara teratur, memastikan keberhasilan operasi bariatrik jangka panjang," keterangan Mayoclinic dikutip Minggu (17/7/2022)

Sementara untuk risiko yang timbul bisa saja timbul pascabedah, dijelaskan ada dua yaitu jangka pendek dan panjang. Melansir dari website P2PTM untuk di Indonesia, memang metode bedah bariatrik ini masih sangat jarang dipakai.

Padahal di negara Filipina, bariatric and metabolic surgery sudah diperkenalkan di negara itu 8 tahun yang lalu. Saat ini sudah sangat populer dan banyak memakainya untuk melawan obesitas.

Kemudian dikatakan ahli bedah invasif minimal dan laparoskopik lanjutan di St. Luke's Medical Center, Filipina, Dr. Jonathan D. Adora, M.D menjelaskan bahwa bedah bariatrik pertama kali dilakukan di St. Luke's Medical Center untuk pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 50.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!