Seperti Apa Karakter Pelaku Diskriminasi Dilihat dari Sisi Psikologi?

Sabtu, 27 Juni 2020 - 10:00 WIB
Perbedaan sejarah yang ada antara kelompok satu dengan kelompok lainnya mengakibatkan adanya perbedaan kepercayaan.

“Sehingga kadang individu atau kelompok berusaha mempertahankan kepercayaannya yang dinilai paling benar dengan cara melakukan diskriminasi pada individu atau kelompok yang bertentangan dengannya,” jelas Santi.



Foto: CC BY

Indonesia sebagai negara yang punya kekayaan budaya dan keanekaragaman suku bangsa termasuk yang mesti berhati-hati dengan potensi berkembangnya perilaku diskriminasi yang bisa mengancam integritas bangsa.

Menurut Santi, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memutus perilaku diskriminasi yang kerap terjadi dalam masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keberagaman dan perbedaan.

“Bahwa pada dasarnya manusia diciptakan setara serta memiliki hak-hak hidup yang sama dan patut dijaga,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka bisa mengurangi potensi seseorang untuk menjadi pelaku diskriminasi. Selain itu dengan edukasi seperti ini, bisa memperbaiki pola pikir individu atau kelompok yang telanjur salah dan kerap menjadi pelaku diskriminasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!