Warna Tinja Bisa Ungkap Penyakit Berbahaya dalam Tubuhmu, Ayo Cek!
Senin, 29 Juni 2020 - 05:37 WIB
Jika kamu merasa tidak sehat, coba sekali-sekali mengecek warna kotoranmu saat pup (buang air besar). Foto : Ilustrasi/Istimewa
MAKASSAR - Jika kamu merasa tidak sehat, coba sekali-sekali mengecek warna kotoranmu saat pup (buang air besar). Tak perlu jijik, karena dengan mengecek warna kotoran kamu bisa mengetahui penyakit apa yang mungkin menyerangmu sehingga segera bisa memeriksakannya ke dokter.
Dilansir dari berbagai artikel kesehatan, berikut uraian isyarat kondisi kesehatanmu yang bisa dicek dari warna kotoranmu. Baca : Tak Perlu Jijik, Ini Manfaat Tak Terduga Mengecek Bentuk Kotoranmu
1. Warna Hijau
Tinja yang berwarna hijau bisa disebabkan oleh konsumsi sayuran yang kaya akan klorofil seperti bayam, pewarna makanan hijau dalam minuman, dan suplemen zat besi. Saat makanan melewati usus (terjadi begitu cepat), kantong empedu tidak memiliki waktu untuk memecah warna dari makanan yang dikonsumsi tersebut. Maka itu, bisa jadi kantong empedumu tengah bermasalah. Masalah pada kantong empedu tersebut semisal, radang dan infeksi empedu. Kondisi ini dapat mengganggu proses pencernaan, terutama pencernaan lemak. Tak hanya itu, jika tidak segera ditangani, kondisi ini juga dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, seperti robekan kandung empedu, peritonitis, hingga infeksi darah atau sepsis.
Dilansir dari berbagai artikel kesehatan, berikut uraian isyarat kondisi kesehatanmu yang bisa dicek dari warna kotoranmu. Baca : Tak Perlu Jijik, Ini Manfaat Tak Terduga Mengecek Bentuk Kotoranmu
1. Warna Hijau
Tinja yang berwarna hijau bisa disebabkan oleh konsumsi sayuran yang kaya akan klorofil seperti bayam, pewarna makanan hijau dalam minuman, dan suplemen zat besi. Saat makanan melewati usus (terjadi begitu cepat), kantong empedu tidak memiliki waktu untuk memecah warna dari makanan yang dikonsumsi tersebut. Maka itu, bisa jadi kantong empedumu tengah bermasalah. Masalah pada kantong empedu tersebut semisal, radang dan infeksi empedu. Kondisi ini dapat mengganggu proses pencernaan, terutama pencernaan lemak. Tak hanya itu, jika tidak segera ditangani, kondisi ini juga dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, seperti robekan kandung empedu, peritonitis, hingga infeksi darah atau sepsis.
Lihat Juga :