10 Karakter Anime yang Paling Sinting Sepanjang Masa
Kamis, 11 Agustus 2022 - 08:30 WIB
Selama menjadi manusia, ketika ayahnya membunuh ibunya, alih-alih menunjukkan emosi seperti berduka dan marah, dia mengeluhkan ayahnya yang membuat lantai kotor dengan darah. Doma memakan pengikutnya sendiri dn percaya kalau dia menyelamatkan mereka dengan membiarkan mereka hidup di dalam dirinya. Salah satu korban keganasan Doma adalah ibu Inosuke Hashibira.
Foto: Akame Ga Kill Wiki – Fandom
Setelah mentor dan bosnya mati di tangan Pasukan Revolusioner, Seryu punya rasa aneh pada keadilan. Dia tidak rela atas kepergian Kapten Ogre dan ayahnya yang merupakan anggota Pasukan Imperial itu. Atas kejadian ini, Seryu percaya kalau pejabat korup di Kekaisaran itu tidak bersalah dan Pasukan Revolusioner adalah penjahat.
Seryu tidak punya belas kasihan terhadap mereka yang dia anggap penjahat. Alih-alih menginterogasi mereka, dia lebih suka membunuh mereka dengan darah dingin. Atas bantuan Dr. Stylish, Seryu membuat sejumlah modifikasi fisik pada tubuhnya hanya untuk menghukum para penjahat.
Foto: Pinterest
Light Yagami hanyalah seorang siswa SMA biasa sampai dia mendapatkan Death Note. Setelah tahu potensi asli buku tulis itu, Light membunuh secara membabibuta. Dia menyingkirkan setiap penjahat bahkan dengan tuduhan ringan dan memproklamirkan kalau mereka tidak layak hidup di tengah masyarakat.
Dengan kekuatan untuk membunuh siapa saja dan kapan saja, dia mengembangkan god complex. Meski awalnya ingin membersihkan kejahatan yang mengintai masyarakat, dia kemudian melawan siapa pun yang menjadi penghalang di depannya. Dia bahkan bertanggung jawab atas kematian ayahnya.
Baca Juga: 10 Karakter Penjahat Anime Ini Takut pada Kekuatannya Sendiri
Foto: The Artifice
Johan Liebert adalah antagonis utama di serial Monster. Dia merupakan orang yang paling sinting di sepanjang sejarah anime. Wataknya yang dibuat dengan cermat membantunya memanipulasi banyak orang sampai-sampai mereka menganggapnya sempurna dan keluar dunia ini.
Dengan pendekatan nihilistiknya terhadap kehidupan, dia merasa semua kehidupan hanyalah bercak di pojokan bumi, yang menghilang dalam sekejap. Alih-alih membunuh korbannya begitu saja, dia membuat mereka mengalami mimpi buruk terburuk. Dalam upayanya menghapus masa lalu, dia membunuh orangtuanya sendiri dan membiarkan saudari kembarnya tetap hidup.
3. Seryu Ubiquitous — Akame Ga Kill!
Foto: Akame Ga Kill Wiki – Fandom
Setelah mentor dan bosnya mati di tangan Pasukan Revolusioner, Seryu punya rasa aneh pada keadilan. Dia tidak rela atas kepergian Kapten Ogre dan ayahnya yang merupakan anggota Pasukan Imperial itu. Atas kejadian ini, Seryu percaya kalau pejabat korup di Kekaisaran itu tidak bersalah dan Pasukan Revolusioner adalah penjahat.
Seryu tidak punya belas kasihan terhadap mereka yang dia anggap penjahat. Alih-alih menginterogasi mereka, dia lebih suka membunuh mereka dengan darah dingin. Atas bantuan Dr. Stylish, Seryu membuat sejumlah modifikasi fisik pada tubuhnya hanya untuk menghukum para penjahat.
2. Light Yagami — Death Note
Foto: Pinterest
Light Yagami hanyalah seorang siswa SMA biasa sampai dia mendapatkan Death Note. Setelah tahu potensi asli buku tulis itu, Light membunuh secara membabibuta. Dia menyingkirkan setiap penjahat bahkan dengan tuduhan ringan dan memproklamirkan kalau mereka tidak layak hidup di tengah masyarakat.
Dengan kekuatan untuk membunuh siapa saja dan kapan saja, dia mengembangkan god complex. Meski awalnya ingin membersihkan kejahatan yang mengintai masyarakat, dia kemudian melawan siapa pun yang menjadi penghalang di depannya. Dia bahkan bertanggung jawab atas kematian ayahnya.
Baca Juga: 10 Karakter Penjahat Anime Ini Takut pada Kekuatannya Sendiri
1. Johan Liebert — Monster
Foto: The Artifice
Johan Liebert adalah antagonis utama di serial Monster. Dia merupakan orang yang paling sinting di sepanjang sejarah anime. Wataknya yang dibuat dengan cermat membantunya memanipulasi banyak orang sampai-sampai mereka menganggapnya sempurna dan keluar dunia ini.
Dengan pendekatan nihilistiknya terhadap kehidupan, dia merasa semua kehidupan hanyalah bercak di pojokan bumi, yang menghilang dalam sekejap. Alih-alih membunuh korbannya begitu saja, dia membuat mereka mengalami mimpi buruk terburuk. Dalam upayanya menghapus masa lalu, dia membunuh orangtuanya sendiri dan membiarkan saudari kembarnya tetap hidup.
(alv)
Lihat Juga :